Ilustrasi - Anak-anak Menyanyi. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi - Anak-anak Menyanyi. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Kak Farid

Hi, Sahabat Palontaraq,

Lagu Anak-anak selayaknya membawa kegembiraan. Tak hanya bagi anak, tapi bagi siapa saja yang menyanyikannya. Meski begitu, lagu anak sekalipun tidak boleh menyesatkan atau bertentangan logika umum yang dipahami dan harus logis-rasional.

Ternyata banyak lagu Anak-anak, termasuk lagu yang terlanjur populer, bertentangan dengan logika-rasional, mengandung banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, serta menurunkan motivasi.

Berikut ini beberapa contoh bait/lirik lagu Anak-anak tersebut:

1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”

Perhatikan warna-warna kelima balon tersebut dalam lirik lagu. Kenapa tiba-tiba muncul warna hijau? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!

2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalau berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi).

Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalau berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop!

Jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalau berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dengan kondisi pedang panjangnya!

3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat Anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.

Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X”

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yang tajam mendaki lalu jadi bingung dan tidak tahu mau ngapain, bisanya cuma menoleh ke kiri ke kanan aja, tidak maju-maju!

5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”

Nah, yang begini ini yang parah! mengajarkan anak-anak kalau sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya!

6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu.. mengangguk-angguk sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..”

Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..!

Kalau tri li li li li itu bunyi kalau yang nyanyi orang, bukan burung!

7. “Pok ame ame.. belalang kupu-kupu.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak-anak!

Karena yang disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Anak-anak indonesia diajak tidur dengan lagu yang “mengancam”

9. “Bintang kecil dilangit yang biru…”
Bintang kan adanya malem, lah kalau malam bukannya langit item?

10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Namanya Kartini atau Harum?

11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka.”
Nah, tidak sopan kan?

12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam.

Demikianlah, beberapa lagu Anak-anak yang jauh dari mencerahkan, malah menurunkan kecakapan berpikir, tidak tepat bahasa, dan merancukan logika dalam lirik lagu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here