Menulis Esai
Menulis Esai

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Esai berasal dari kata “Essay” yang dalam bahasa Perancis artinya mencoba, berusaha, berupaya (a try or attempt). Dalam Bahasa Inggris, Essay diartikan sebagai karangan sastra, atau script.

Secara istilah pengertian esai sangat beragam, namun intinya esai merupakan usaha untuk mengomunikasikan beragam informasi, opini publik atau pengejawantahan dari berbagai perasaan yang disajikan dalam bentuk argumen/opini yang berkembang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), disebutkan bahwa Esai (Essay) merupakan karangan dalam bentuk prosa yang membahas dan mengekspresikan sebuah topik dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Sedangkan dalam konteks ilmiah dan akademis, Esai berarti komposisi sebuah prosa yang ditulis secara singkat namun dapat mengekspresikan opini penulis mengenai sebuah topik.

Cara Penulisan Esai

Ada tiga jenis cara menulis Esai yang umum digunakan, yaitu:

1. Esai Naratif (Narative Essay)

Merupakan jenis esai yang memaparkan sebuah cerita, contohnya seperti cerita pengalaman atau peristiwa sejarah masa lalu, kejadian yang baru saja terjadi, sedang terjadi dan telah terjadi baik yang dialami oleh penulis sendiri atau orang lain.

Esai jenis ini secara jelas menggambarkan sebuah ide dengan cara bertutur/ berkisah yang diceritakan dan disajikan sesuai dengan kronologis kejadian yang sebenarnya.

2. Esai Deskriptif (Descriptive Essay)

Merupakan jenis esai yang menggambarkan detail tokoh, tempat, atau objek tertentu dengan sangat jelas sehingga pembaca akan dibawa pada sebuah dimensi gambar mental mengenai objek yang ditulis secara nyata.

Esai ini ditulis dengan tujuan untuk memberikan kesan nyata (faktual) mengenai tempat atau objek benda lainnya.

3. Esai Persuasif (Persuasive Essay)

Esai ini dibuat agar dapat meyakinkan perasaan pembaca untuk mendukung sudut pandang penulis mengenai suatu materi, tema atau objek sehingga pembaca dapat dengan mudah menerima semua rekomendasi dari penulisnya.

Esai Persuasif bersifat mengajak pembaca untuk dapat mengubah sudut pandang baca, memotivasi pembaca melalukan tindakan seperti apa yang ditulis penulis (call for paper). Esai Persuasif ini juga dapat menggambarkan suatu jenis perasaan emosional.

Sistematika Penulisan Esai

Dalam menulis Esai, ada sistematikanya tersendiri, yang secara garis besar terbagai atas:

Pendahuluan

Berisi pemaparan latar belakang informasi yang dapat mengidentifikasi subjek materi yang dibahas dan pengantar subjek yang dinilai oleh penulis.

Tubuh Esai (Essay)

Bagian ini menyajikan dan memaparkan seluruh data dan informasi yang mengenai subjek atau topik yang diangkat.

Kesimpulan

Bagian akhir dari esai yang akan memaparkan dan menjelaskan kembali ide-ide pokok yang sudah di bahas pada bagian pertama dan kedua.

Bagian ini juga mengandung ringkasan dari bagian tubuh esai serta menambahkan beberapa point observasi mengenai subjek yang dinilai penulis.

Langkah Menulis Esai

Untuk dapat membuat dan menulis Esai (Essay) yang baik, maka sebaiknya ditulis sesuai dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Memilih dan Menentukan Topik

Tahap ini menjadi tahap penentuan bagi penulisan Esai (Essay). Penulis harus dapat menentukan tinjauan umum dari topik yang akan diangkat.

Penulis Esai juga harus mampu menganalisa topik secara khusus. Luasnya cakupan topik akan berefek pada bahasan topik yang lebih sempit dan spesifik sehingga menghasilkan bahasan topik yang mendalam dan berkarakter kuat.

2. Membuat Outline

Outline merupakan garis besar ide-ide yang akan dibahas sehingga esai yang dibuat akan terbih teratur, fokus, dan sistematis.

3. Menuliskan Tesis

Pernyataan tesis ini merupakan pendapat penulis yang akan mencerminkan isi esai (essay) dan poin penting yang akan disampaikan secara singkat dan jelas.

4. Menulis Tubuh Esai

Bagian ini didahului dengan membuat paragraf pembuka yang sebaiknya dibuat untuk dapat memancing minat baca orang lain. Penulis dapat memberikan data dan informasi yang menjadi gambaran untuk poin penulis selanjutnya.

Penulis bisa memulai dengan menambahkan anekdot yang bersifat persuasif dan mengundang minat baca.

Selanjutnya memilih dan memilah poin-poin yang akan dibahas, merancang beberapa subtema untuk mempermudah pemahaman gagasan yang penulis angkat. Dari sana, penulis bisa lebih mudah mengembangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya.

5. Membuat Paragraf Pertama

Bagian ini sifatnya hanya pendahuluan, yang berisi mengenai alasan atau latar belakang ditulisnya Esai (essay) tersebut.

Penulis pun dapat memberikan penjelasan, menggambarkan dan memberikan pendapat secara menyeluruh untuk topik terplih.

6. Menulis Kesimpulan

Bagian ini menjadi bagian penutup dari sistematika penulisan esai. Penulisan kesimpulan dianggap sangat penting karena di bagian ini lah penulis dapat membentuk opini pembaca yang harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan penulis.

7. Editing

Editing merupakan tahapan teknis yang tidak bisa dianggap sepele. Penulis harus membaca ulang dan meneliti dengan seksama tulisannya.

Begitu pula perbaikan struktur kalimat, tata bahasa, logis dan lugas, serta mudah dipahami. Jika ditemukan hal-hal yang kurang sesuai, maka penulis dapat merevisi esainya.

Menulis Esai adalah sebuah kegiatan ilmiah yang mengasah otak dan menambah ilmu baru, dari sisi penulis maupun pembacanya. Pelajarilah cara menulis esai yang baik, secara terus menerus.

Menulis, menulis dan setiap hari semakin baik menulisnya. Cara terbaik menjadi penulis adalah: writing, writing, and keep on writing. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here