Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Related Post: Pemahaman Dasar tentang Thibbun Nabawi (1)

PALONTARAQ.ID – Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah dalam segala hal, suri tauladan dalam berbagai aspek, contoh terbaik dalam hal kehidupan pribadi yang agung dengan akhlakul karimah yang tinggi, kehidupan sosial yang penuh keadaban, serta kehidupan spiritual yang sempurna.

Nah, sahabat dan pengunjung Rumah Baca Palontaraq sekalian, kali ini penulis akan mengetengahkan Bagaimana Sunnah Nabi SAW dalam menjaga dan merawat kesehatan, khususnya dalam kehidupan keseharian beliau.

Lihat pula: Keutamaan Berbekam (Hijamah)

Berikut ini beberapa sunnah Nabi SAW untuk kesehatan:

1. Buang Air Besar (BAB) disunnahkan agar duduk. Sebab jika tidak, akan beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

3. Jika makan harus dengan tangan kanan dan tidak dianjurkan untuk memakai peralatan makan saat hendak menyuap makanan. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna.

Lihat pula: Kurma dan Makanan Manis saat Berbuka Puasa

Dibanding dengan peralatan makan yang terbuat dari besi, kayu, aluminium atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

4. Makan dan minum sambil berdiri dapat mengganggu pencernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

Lihat pula: Mau Sehat? Rutinlah Makan Pisang

Lihat pula: Mengenal Air Nabeez dan Manfaatnya

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang, yaitu ruang untuk udara, makanan dan air, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, karena membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

Lihat pula: Makanan yang Menyehatkan Iman dan Badan Anak

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu adalah cara tidurnya syetan. Tidur menghadap kanan (kiblat) lebih menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah Sunnah.

Lihat pula: Waktu, Adab dan Posisi Tidur yang Sehat

8. Membiasakan mengonsumsi Madu, Kurma, Minyak Zaitun, Air Zamzam, Habbatussauda,  untuk stamina dan pemeliharaan kesehatan.

Lihat pula: Muslim dianjurkan Konsumsi ini: Madu, Air Zamzam, dan Kurma

Lihat pula: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan 

Lihat pula: Habbatussauda dan Manfaatnya

9. Jika ada gangguan kesehatan, maka atasilah dengan berbekam (hijamah), fashdu, mengonsumsi herba sunnah, berpuasa, dan atau dengan ruqyah syar’iyyah, jika itu menyangkut gangguan kesehatan psikis/kejiwaan.

Lihat pula: Trilogi Pengobatan Nabi

Lihat pula: Titik Sunnah Bekam

Lihat pula: Teh Daun Bidara untuk Terapi Ruqyah 

10. Senantiasa bersuci. Tidak pernah lepas dari berwudhu, menjaga wudhunya setiap saat, dan tidak hanya berwudhu untuk kebutuhan shalat wajib dan sunnah, tetapi juga berwudhu setiap selesai hadats besar maupun hadats kecil.

Lihat pula: Manfaat Wudhu bagi Kesehatan

Lihat pula: Keutamaan dan Manfaat Puasa Ramadan bagi Kesehatan

11. Menjadikan kebiasaan berdzikir dan Tadarrus Al-Qur’an sebagai bagian dari meningkatkan kesehatan ruhiyah (rohani)

Lihat pula: Dzikir dari sudut pandang Ilmu Kesehatan

Lihat pula: Berobat dengan Kurma Madinah

Banyak Rahasia Sunnah dalam Bidang Kesehatan yang telah diungkap para pakar dan peneliti, dari segi hikmah dan manfaatnya.

Benarlah yang dikatakan para ulama bahwa “Di balik sunnah ada kejayaan (kebahagiaan).”

Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab, tuntunan, dan sunnah Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

Seorang dokter Eropa berkata, “Jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.”

Subhanallah. Mari mencintai sunnah Nabi SAW, tidak hanya menyangkut adab-adab sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah SAW terapkan dan contohkan dalam kehidupan keislaman, mau yang disukai atau tidak”.

Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Penulis adalah Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, dan Praktisi “Thibbun Nabawi”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here