Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Buku “Gelap Terang Hidup Kartini” merupakan sebuah karya yang berusaha menghadirkan sosok Raden Ajeng Kartini secara lebih utuh dan mendalam. Buku ini tidak hanya sekedar mengulang kisah-kisah yang sudah kita kenal tentang Kartini, tetapi juga menggali aspek lain dari kehidupan dan pemikirannya yang mungkin belum banyak diketahui.
Deskripsi Buku
Judul Buku: Gelap-Terang Hidup Kartini (Seri Buku Tempo)
Kata Pengantar: Arif Zulkifli (Redaktur Eksekutif Majalah Tempo)
Tim Penyunting: Leila S. Chudori dan Redaksi KPG
Tim Produksi: Aji Yuliarto, Djunaedi, Eko Punko Pambudi, Kendra H. Paramita, Rizal Zuilfadly, Agus Darmawan Setiadi, Tri Watno Widodo.
Cetakan: Kelima, April 2018
Jumlah Halaman: xi + 148 halaman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) bekerjasama dengan Majalah Tempo.

Bagian Pertama Buku ini mencoba melepaskan diri dari pandangan stereotip tentang Kartini sebagai sosok yang sempurna. Pembahasan dimulai dari catatan tentang Feminis dari Balik Tembok, dilanjutkan dengan Pembahasan tentang Surat-surat Pikiran dan Impian sebagai bahan analisis, serta berbagai sumber sejarah lainnya, untuk memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kehidupan dan perjuangannya.
Bagian Kedua buku ini membahas tentang Seperempat Abad Perlawanan. Nampaknya Tim Redaksi Majalah Tempo berusaha menghadirkan Kartini sebagai seorang manusia biasa dengan segala kompleksitasnya, serta dalam kunkungan tradisi.
Bagian ketiga, membahas tentang “Terjepit Cinta, Impian dan Adat” bersama tujuh catatan lainnya: Kagum kepada Kakek, kecewa kepada Ayah, Si Jenius Pujaan Adik, Kisah Daun Semanggi van Jepara, Sepenggal Kisah Putra Tunggal, Belahan Jiwa di Belanda, Hidup-Padam Asa Sang Putri, dan Moedertje Sang Penerang Hati.
Bagian keempat Buku ini mengungkap “Tiga Tragedi Kartini”, catatan tentang Setelah Pertemuan di Pantai Bandengan, Serangkaian Syarat untuk Sang Bupati, dan Misteri 30 Menit Terakhir.
Bagian kelima mengambil tema, “Merana disini, Terpelihara di Belanda” dengan dua catatan, yaitu: Tetap Lestari di Leiden serta Museum Muram dan Inspirasi Bunga Kantil.
Terakhir tulisan Bagian Kolom, dengan catatan: Perempuan di Luar Garis yang Lurus, Kartini dan Ruang dlam Bangsa, serta Kartini sebagai Ide. Buku ini secara keseluruhannya ditulis dengan gaya bahasa yang populer dan mudah dipahami, sehingga menarik minat pembaca dari berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Buku “Gelap Terang Hidup Kartini” adalah sebuah buku yang sangat penting untuk dibaca, terutama bagi generasi muda. Buku ini tidak hanya memberikan pengetahuan sejarah, tetapi juga menginspirasi kita untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru di Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.



