Oleh: M. Farid W Makkulau *)
Related Post: Melacak Jejak Seni Tradisional di Pangkep
PALONTARAQ.ID – Seni tradisional adalah bentuk ekspresi kreatif yang telah ada dan berkembang dalam suatu masyarakat selama beberapa generasi. Ini adalah seni budaya yang diwariskan dari nenek moyang dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat tersebut.
Seni tradisional sering kali mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan gaya hidup masyarakat yang membuatnya unik dan khas. Diantara Ciri-ciri utamanya adalah bahwa seni budaya khas tersebut diwariskan dari generasi ke generasi secara lisan, demonstrasi, atau contoh langsung, serta terikat erat dengan adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai masyarakat.
Seni tradisional, sebagaimana juga dalam bentuknya, atraksi budaya, umumnya menggunakan peralatan dan perlengkapan alat musik tradisional juga, yang mana seringkali memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, seperti upacara adat, perayaan, dan komunikasi antar anggota masyarakat.
Seni tradisional umumnya merupakan karya yang bersifat anonim. Penciptanya seringkali tidak diketahui atau dianggap sebagai karya kolektif masyarakat. Beberapa contoh seni tradisional adalah Seni rupa, seperti batik, ukiran kayu, patung, tenun, dan keramik. Seni pertunjukan, seperti tari tradisional, musik khas daerah atau etnis, teater tradisional, dan lain sebagainya, serta Kerajinan tangan, seperti anyaman, pembuatan alat musik tradisional, pembuatan perhiasan, dan lain sebagainya.
Mengapa seni tradisional penting? Pertama, tentu sebagai Identitas budaya. Seni tradisional menjadi ciri khas dan pembeda suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Melalui seni tradisional, kita dapat menjaga dan melestarikan warisan budaya nenek moyang. Seni tradisional dapat pula menjadi sarana pendidikan tentang sejarah, nilai-nilai, dan keterampilan leluhur, serta dapat pula menjadi daya tarik wisata tersendiri yang dengannya jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bagaimana jika suatu daerah atau perusahaan melakukan perlombaan seni tradisional dan atraksi budaya sebagai salah satu bentuk apresiasinya, hal apa saja yang menjadi aspek penilaian? Sebagai pemerhati budaya, yang seringkali diminta menjadi juri, maka berikut ini beberapa aspek penting dalam penilaian lomba, yaitu:
- Aspek Visual, menyangkut kostum, tata panggung, tata cahaya, dan tata suara.
- Aspek Naratif, menyangkut kesesuaian tema, cerita dan alurnya.
- Aspek Teknis, menyangkut akting, kemampuan menyanyi, menari, dan memainkan alat-alat musik tradisional.
- Aspek Historis, menyangkut konteks sosial, sejarah dan latar belakang pertunjukan seni/atraksi budaya.
- Aspek Budaya, menyangkut Nilai-nilai estetika, etika, moral, dan agama dalam pertunjukan seni.
Perkembangan zaman dan globalisasi seringkali mengancam kelestarian seni tradisional. Karena itu perlu ada upaya khusus dari Pemerintah di tiap tingkatan untuk memotivasi dan membangkitkan minat generasi muda dalam mengakrabi seni tradisional dan atraksi budaya. Jangan sampai Generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya populer.
Selain itu, fungsi sosial seni tradisional harus dijaga jangan sampai bergeser atau bahkan hilang. Karena itu peran pendidikan sangat dibutuhkan, salah satunya dengan jalan Mengintegrasikan pembelajaran seni tradisional ke dalam kurikulum pendidikan.
Hal lainnya yang perlu dilakukan adalah Merekam dan mendokumentasikan berbagai bentuk seni tradisional, Menciptakan produk-produk kreatif berbasis seni tradisional yang menarik minat pasar, serta Membangun kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni untuk mengembangkan dan melestarikan seni tradisional.
Singkatnya, seni tradisional adalah bagian penting dari warisan budaya suatu bangsa. Dengan memahami dan menghargai seni tradisional, kita dapat menjaga kelangsungan hidup budaya dan kebersamaan kita dalam masyarakat yang majemuk.
(* M. Farid W Makkulau, Ketua 1 Dewan Kesenian dan Pemajuan Kebudayaan (DKPK) Kabupaten Pangkep/Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PC-NU Kabupaten Pangkep.

