Selektif Menuntut Ilmu Agama. (foto: ist/palontaraq)
Selektif Menuntut Ilmu Agama. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Kak Farid

PALONTARAQ.ID – Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Hi, Sahabat Palontaraq sekalian …..

Diantara semua macam ilmu, baik yang dipelajari di sekolah maupun di luar sekolah, ilmu apakah yang paling kamu sukai mempelajarinya?

Diantara berbagai macam pengetahuan tersebut, bagaimanakah pendapatmu Ilmu Agama?

Nah, gaes …. Sebagai seorang yang beragama, mengaku beriman, dan tentu menginginkan kebahagiaan dunia dan akherat, maka tentu mempelajari Ilmu Agama adalah sesuatu yang sifatnya Wajib.

Bagaimana kita dapat menjalankan perintah agama, mengenal Allah dan RasulNYA, tahu bagaimana beribadah dengan benar, mengenal hukum-hukum agama, kalau tidak belajar agama?

Yuk, Tuntut Ilmu Agama. (foto: ist/palontaraq)
Yuk, Tuntut Ilmu Agama. (foto: ist/palontaraq)

Maka, sebagaimana Rasulullah, Muhammad SAW katakan, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar” (HR. Bukhari)

Belajar Ilmu Agama sifatnya adalah Wajib. Bagi seorang muslim, wajib bagi setiap muslim.

Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan dengan sangat jelas bahwa perintah pertama adalah perintah membaca.

Ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabiullah, Muhammad SAW al-Mustafa adalah perintah membaca, yang berdimensi kewajiban mencintai Ilmu Agama.

Ilmu Agama (Islam) dengan segala cabang pengetahuan yang melekat padanya haruslah dipahami lewat perintah membaca.

Jalan menuju Surga. (foto: ist/palontaraq)
Jalan menuju Surga. (foto: ist/palontaraq)

Memahami Ilmu Agama adalah jalan menuju Akherat, sebagai bekal pemahaman, amal saleh, dan pertanggung jawaban segala aspek kehidupan yang telah dijalani di dunia.

Itulah sebabnya para ulama dahulu, salafus saleh, lebih memilih menenggelamkan dirinya mengejar akherat lewat mencintai ilmu, mengikuti ajaran agama, sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an dan sunnahnya.

Para ulama fiqih adalah pelaksana amanat para rasul selama mereka tidak memasuki (bidang) dunia. Mendengar sabda tersebut, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa arti memasuki (bidang) dunia?”

Beliau Nabi SAW menjawab, “Mengekor kepada penguasa dan kalau mereka melakukan seperti itu maka hati-hatilah terhadap mereka atas keselamatan agamamu. (HR. Ath-Thabrani).

Kewajiban Menuntut Ilmu Agama
Kewajiban Menuntut Ilmu Agama. (foto: ist/palontaraq)

Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, rahmatilah khalifah-khalifahku.” Para sahabat lalu bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah khalifah-khalifahmu?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang datang sesudahku mengulang-ulang pelajaran hadits-hadits dan sunahku dan mengajarkannya kepada orang-orang sesudahku.” (HR. Ar-Ridha)

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here