Koleksi Buku tentang Habibie, Presiden RI ke-3. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Koleksi Buku tentang Habibie, Presiden RI ke-3. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: Kak Farid

Related Post: Buku adalah Award bagi Penulisnya

PALONTARAQ.ID – Hi, Gaes … Sahabat Palontaraq sekalian …..

Berapa banyak sih buku yang sanggup kita baca dalam sehari? Apakah dengan buku di tangan, mampu mengobati kesepian dan kesendirian kita? Apakah buku bisa dijadikan ‘teman sejati’?

Coba bandingkan, seberapa lama kita memegang buku atau memegang gadget dalam sehari?

Benarkah minat baca Masyarakat Indonesia jika dibanding Negara Asia lainnya sangat jauh di bawah rata-rata?

Coba deh tanyakan pada diri sendiri, seberapa akrab kita dengan buku?  Tidak usah perhari, perpekan misalnya. Satu saja belum tentu, kan? Jadi sangat wajar kalau urusan ‘baca-membaca’ ini sepi peminat.

Padahal, jika disadari dengan baik, ternyata ada “Kekuatan Buku” dibalik proses membaca dan menulis.

Pernah dengar ungkapan yang menyatakan, “Jika kamu ingin mengenal dunia, maka membacalah! Dan jika kamu ingin dikenal dunia, maka menulislah!”

Baik proses membaca dan menulis, keduanya memerlukan buku. Boleh dibilang, buku adalah pembuka wawasan, jika saja dibaca, dan dipahami. Tidak sekadar dipajang atau dijadikan penghias ruangan.

Lihat pula: Ikatlah Ilmu dengan Menulis

Apa dan bagaimana Buku menjadi kekuatan?

Nah, gaes, Sahabat Palontaraq, beberapa waktu lalu kakak menyempatkan diri berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI.

Ada yang pernah kesana? Atau sudah terdaftar sebagai Anggota Perpusnas? Keren, kan jika berada disana?

Boleh dicek deh, saat ini boleh jadi Perpustakaan Nasional RI adalah salah satu Perpustakaan tertinggi di dunia, tingginya 126,3 meter atau terdiri dari 24 lantai dengan jutaan koleksi buku memenuhi ruang kepustakaannya.

Nah gaes,

Sahabat Palontaraq, sekalian …

Bagaimana Buku menjadi kekuatan? Yuk kita simak apa kata Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, dibawah ini:

Kekuatan Buku. (foto by: mfaridwm/palontaraq)
Kekuatan Buku. (foto by: mfaridwm/palontaraq)

Lihat pula: Tips Menulis Resensi Buku

Nah gaes,

Membaca itu wajib kalau kamu ingin maju. Ada pepatah yang mengatakan bahwa, “Kita lima tahun yang akan datang adalah buku yang kita baca hari ini”.

Mungkin inilah salah satu sebabnya, tokoh terkemuka dunia sekaliber Bill Gates – pendiri Microsoft, selalu meluangkan waktunya untuk membaca bahkan ketika matanya sudah tak mampu lagi menahan kantuk.

Masih belum percaya “Kekuatan Buku”? Let’s reading now! (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here