Adab Bertamu Dalam Islam
Adab Bertamu Dalam Islam

Oleh: Kak Farid

Lihat pula: Keutamaan dan Manfaat Sedekah

PALONTARAQ.ID – Hi, Gaes … Selamat beraktifitas ya!

Yang malas gerak atawa mager hari ini, yuk kita doakan sama-sama agar segera move on.

Nah, Sahabat Palontaraq sekalian, kali ini kakak akan berbagi tulisan tentang Adab-adab Bertamu.

Nah, bagi kamu yang masih mager, yuk silaturrahim ke rumah teman atau sahabat, tapi ingat ya, agar diperhatikan Adab-adab bertamu.

Pertamu, Kalau bertamu itu ada Batasan-batasan yang perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah Batasan meminta izin untuk bertemu ke rumah orang lain adalah sebanyak tiga kali saja.

Loh, kok harus sampai tiga kali? Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِِذَا اسْتَأْذَنَ اَحَدُكُمْ ثَلاَثاً فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَرْجِعْ.

Artinya:

“Jika salah seorang di antara kalian sudah meminta izin tiga kali dan tidak diizinkan maka pulanglah.” [HR. Al-Bukhari no. 6245 dan Muslim no. 2153 (33)]

Yang kedua, Penting pula diperhatikan agar hendaknya tidak berdiri tepat menghadap di depan pintu ketika meminta izin (mengetuk pintu). Mengapa? Ya, karena hal ini sudah menjadi adabnya.

Pernah suatu ada seseorang yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berdiri di depan pintu, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:

هَكَذَا عَنْكَ أَوْ هَكَذَا فَإِنَّمَا اْلاِسْتِئْذَانُ مِنَ النَّظَرِ.

Artinya:

“(Harusnya engkau) begini (berdiri tidak di depan pintu) atau begini, sesungguhnya (disyari’atkan) meminta izin (tidak lain untuk menjaga) pandangan mata.” [HR. Abu Dawud no. 5174 dan selainnya]

Nah, Gaes ….

Sahabat Palontaraq, sekalian….

Yang ketiga, adalah Apabila hendak masuk suatu rumah, maka katakanlah, “Assalamu’alaikum, bolehkah aku masuk.” Mengapa mesti seperti itu?

Hal ini karena pernah seseorang dari Bani ‘Amir meminta izin untuk masuk ke rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat beliau berada di rumahnya, ia berkata: “Bolehkah saya masuk?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada pembantunya:

أُخْرُجْ إِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ اْلاِسْتِئْذَانَ، فَقُلْ لَهُ: قُلِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ؟ فَسَمِعَهُ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ؟ فَأَذِنَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ

Artinya:

“Keluarlah dan ajarkanlah kepada orang itu tentang tata cara meminta izin, katakanlah kepadanya, ‘Ucapkanlah assalamu’alaikum, bolehkah aku masuk?’ Orang itu mendengar apa yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia mengucapkan ‘Assalamu’alaikum, bolehkah aku masuk?’ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi izin kepadanya dan ia pun terus masuk.” [HR. Abu Dawud no. 5177, Ahmad III/414 dan selain keduanya, sanadnya jayyid]

Lihat pula: Amalan dan Doa agar Anak dijaga dari Zina

Nah, Sahabat Palontaraq sekalian ….

Jadi, untuk masuk rumah seseorang, tidak boleh asal nyelonong masuk aja.

Sangat dianjurkan untuk menggerakkan sandalnya dalam meminta izin ketika mau masuk rumahnya atau berdehem yang dimaksudkan agar penghuni rumah tidak terlihat dalam kondisi yang tidak mereka inginkan atau dia inginkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Kitab “al-Adaab asy-Syar’iyyah”, Ibnu Muflih.

Perhatikan Adab dan Do’a saat memasuki suatu rumah atau tempat baru.

Nah, gaes. Ini doanya ya:

 

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَ بِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا.

Artinya:

“Dengan menyebut Nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut Nama Allah kami keluar dan hanya kepada Rabb kami bertawakkal.” [HR. Abu Dawud no. 5096]

Hadits ini disebut-sebut dha’if, al-Hafizh al-Munzhiri berkata: “Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Isma’il ‘Iyasy, terdapat perbincangan tentang dia dan ayahnya.” Lihat Dha’if Sunan Abi Dawud no. 1091 oleh Imam al-Albani

Yang benar adalah mencukupkan dengan membaca bismillaah, berdasarkan hadits:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ

Artinya:

“Apabila seorang masuk rumahnya kemudian berdzikir kepada Allah (mengucapkan bismillaah) ketika akan masuk dan ketika akan makan maka syaitan berkata (kepada kawan-kawannya): ‘Tidak ada (tempat) bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam untuk kalian.”’ [HR. Muslim no. 2018 (103)]-penj.

Setelah mengucap doa, berilah salam dengan suara agak dikeraskan kepada penghuni rumah. Hal ini berdasarkan firman Allah:

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya:

“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” [An-Nuur/24: 61]

Yang tak boleh dilupa, dan tak kalah pentingnya adalah mengawali keberadaannya di rumah dengan bersiwak, hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ.

Artinya:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk ke rumahnya memulai dengan bersiwak.” [HR. Muslim no. 253 (44)]

Nah, gaes …

Sahabat Palontaraq, sekalian ….

Demikianlah sedikit pengetahuan tentang Adab-adab Bertamu dalam Islam, sebagai penulis salin dari Kitab “Aadaab Islaamiyyah”, yang ditulis oleh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani, Judul dalam Bahasa Indonesia Adab Harian Muslim Teladan, Penerjemah Zaki Rahmawan, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir Bogor, Cetakan Kedua Shafar 1427H – Maret 2006M]

Semoga bermanfaat ya, gaes. Tetap jaga dan rawat silaturahmi kita dengan tetangga, teman, sahabat, dan saudara seagama lainnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here