Oleh: Etta Adil

Tulisan sebelumnya: Menkominfo Rudiantara ancam Blokir Facebook di Indonesia

PALONTARAQ.ID – Dunia berubah begitu cepat, banyak diantaranya yang tak disangka dan tak terpikirkan sebelumnya, khususnya perubahan begitu cepat dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Benarlah kata filosof yang mengatakan bahwa, “Tidak ada sesuatu yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri”. Karena itu, selayaknya kita punya kemampuan mengantisipasi perubahan dan memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Bukan hanya orang, secara personal, bahkan dalam banyak peristiwa ekonomi, malahan banyak pula perusahaan yang tak mengantisipasi, dan tak mempersiapkan diri menghadapi perubahan TIK yang begitu cepat. Banyak pula yang terlena dengan kemapanan yang diraihnya selama ini.

Nokia vs Android. (foto: ist/palontaraq)
Nokia vs Android. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Rekomendasi 5 Library Android

Sebagai contoh, Nokia menolak tawaran Android dalam Tahun 2011 karena dianggap sebagai system newbie yang tidak lebih baik dari Windows yang mereka gunakan dan tidak akan sukses. Fakta yang terjadi kemudian: Nokia tenggelam dalam sekejap oleh pamor Android.

Begitu pula Yahoo menolak tawaran Google dalam Tahun 2002 dengan alasan kemahalan dan saat itu reputasi Google masih dianggap “anak bawang” oleh Yahoo.

Fakta yang terjadi kemudian: Yahoo terlibas mentah-mentah bila dibandingkan dengan Google, terutama sekarang ini.

Yahoo vs Google. (foto: ist/palontaraq)
Yahoo vs Google. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Mengapa harus ikut Pelatihan Google Gapura Digital?

Nah, Sahabat Palontaraq sekalian ….

Apa yang bisa dipetik pelajaran dari sini. Ternyata sukses berarti harus punya keberanian mengambil resiko. Butuh keberanian untuk mengikuti perubahan yang ada, sebagaimana halnya kebersediaan untuk beradaptasi, termasuk dengan hal-hal baru.

Siapapun, jika ingin maju harus berani memutuskan dengan analisa yang tepat TANPA harus merendahkan orang lain. Seseorang yang kita anggap lebih rendah dari kita sekarang, bisa jadi akan menjadi jauh lebih besar di masa depan.

Lihat pula: Facebook tinjau Konten Berpotensi Hoax

Pada kisah yang lain, Facebook memutuskan mengakuisisi Instagram pada Tahun 2012 dan Whatsapp pada Tahun 2014, yang sebelumnya adalah kompetitor, walau saat itu baru merintis dan berada jauh di bawah Facebook.

Facebook akuisisi WA dan IG. (foto: ist/palontaraq)
Facebook akuisisi WA dan IG. (foto: ist/palontaraq)

Fakta yang terjadi kemudian: Facebook, Whatsapp (WA) dan Instagram (IG) adalah 3 raksasa aplikasi social media yang tidak terkalahkan sekarang ini dengan value akumulatif lebih dari 1000 triliun.

Apa pelajaran yang bisa diambil dari Keberanian Facebook mengakuisisi pesaingnya, WA dan IG?

Hal ini menjadi satu contoh bahwa sukses itu menjadi lebih kuat lagi dengan merangkul pesaing,  menjadikannya kolega dan bersama-sama berinovasi menyatukan goal (tujuan). Kadang menganggap kompetitor sebagai musuh yang harus di jauhi, tidak sepenuhnya benar.

Lihat pula: Michael Jordan: Jangan Remehkan Dirimu Sendiri!

Bill Gates, Pendiri Microsoft. (foto: ist/palontaraq)
Bill Gates, Pendiri Microsoft. (foto: ist/palontaraq)

Kisah lainnya adalah tentang Bill Gates, pendiri Microsoft. Bill Gates mendirikan Microsoft di usia 21 tahun, Mark Zuckerberg mendirikan Facebook di Usia 22 tahun, Jack Ma mendirikan Alibaba di usia 35 tahun.

Mark Zuckenberg, Pencipta Facebook. (foto: ist/palontaraq)
Mark Zuckenberg, Pencipta/Pendiri Facebook. (foto: ist/palontaraq)

Adapun Jeff Bezos mendirikan Amazon di usia 35 tahun, sementara Ray Kroc memulai Mc.Donalds di usia 52 tahun, John Pemberton menemukan Coca Cola di usia 55 tahun dan Harland Sanders dengan KFC-nya di usia 65 tahun.

Kenyataannya pada masa kini, Semua perusahaan tersebut diatas saat ini adalah perusahaan raksasa dan super power di bidangnya masing-masing.  Apa pelajaran yang bisa dipetik dari mereka?

Usia hanyalah angka. Jangan jadikan usia sebagai alasan bahwa kita tidak mampu, entah karena terlalu muda, ataukah karena menilai diri terlalu tua.

Mengapa demikian? Karena kemudian secara psikologi, itu berarti kita akan mulai menciptakan batasan, bagi diri, untuk mencapai goal, meraih mimpi dan cita cita, di hidup anda yang hanya satu kali ini.

Brenda Barnes. (foto: ist/palontaraq)
Brenda Barnes. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Ciptakan Impian sebagai Motivasi Sukses

Kisah berikutnya, kisah Brenda Barnes, CEO Sara Lee yang mengawali karirnya sebagai seorang waitress restaurant siap saji. Begitu pula Indra Noyii, CEO Pepsi. co mengawali karirnya sebagai operator produksi di sebuah pabrik kimia Jhonson&Jhonson di India.

Indra K Noyi (foto: ist/palontaraq)
Indra K Nooyi (foto: ist/palontaraq)

Apa faktanya yang terjadi kemudian. Dua nama tersebut diatas, di sebut Forbes sebagai dua wanita paling powerful dan berpengaruh besar pada dunia bisnis saat ini.

Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa tidak seorangpun bisa memprediksi masa depan. Besar kecilnya, semua ada ditangan kita dan kitalah yang mengontrolnya. Ya, harus dibarengi dengan kerja keras tentunya. Bahkan kadang Super Keras, hingga jatuh bangun berdarah darah.

Lihat pula: Ketika Juragan Ojol menjadi Menteri Pendidikan

Lihat pula bagaimana Perusahaan produsen luxury car, Lamborghini, bisa ada karena “balas dendam” seorang pembuat traktor yang ditertawakan dan dihina, oleh Enzo Ferari, pendiri Brand Luxury Car, Ferrari.

ferruccio-lamborghini (foto: ist/palontaraq)
Ferruccio Lamborghini (foto: ist/palontaraq)
Mobil Lamborghini
Mobil Lamborghini

Faktanya kini, Lamborgini dianggap lebih prestisius dan memiliki harga yang lebih mahal di banding Ferrari, walaupun lebih muda dan keduanya adalah Luxury Car Brand.

Jadi pelajaran dari sisi lain bahwa menerima hinaan dan cemooh orang lain dengan lapang dada, akan menjadi motivasi besar bagi kita untuk melakukan pembuktian bahwa sebenarnya kita mampu lebih sukses dari orang yang menghina kita.

Saat kesuksesan kita justru berada melampaui si penghina, maka proses “balas dendam” kita berarti “sangat berhasil dan terasa sangat nikmat”. Beberapa orang sukses sangat menikmati perjalanan sukses dengan cara seperti ini.

Lihat pula: Mau Belajar Database? Cek Situs ini!

So, teruslah bekerja keras dan pantang menyerah. Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak pernah akan kembali. Jangan pernah takut dengan kegagalan. Lakukan semua hal yang menyenangkan buat kita. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here