Wisuda Lulusan SMA. (foto: ist/palontaraq)
Wisuda Lulusan SMA. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

Tulisan sebelumnya:  Kemana harus Kuliah setelah SMA?

PALONTARAQ.ID – Masa sekolah di SMA adalah masa yang paling menyenangkan.  Masa remaja yang penuh gejolak. Masa menabur cita-cita dan menggantungkan harapan setinggi langit.

Masa sekolah di SMA adalah masa remaja yang sebenarnya, masa pembinaan dan penanaman karakter menuju kedewasaan.

Masa SMA juga adalah momen terakhir mengenakan seragam sekolah. Ujian Nasional (UN) di SMA sejatinya bukanlah akhir dari perjuangan, akan tetapi awal untuk memulai episode baru untuk diperjuangkan.

Banyak sekali momen sangat berharga yang dilewati bersama teman dan sahabat. Banyak pula diantaranya menjadi teman diskusi dan curhat, kemana akan melangkah setelah tamat SMA nantinya?

Lihat pula: Leader Zaman Now

Kemana setelah SMA?  Pertanyaan ini umum ada di benak siswa SMA, khususnya saat mereka sudah duduk di bangku Kelas 3 (Kelas XII) dan jelang menghadapi Ujian Nasional, maupun setelah lulus.

Pertanyaan: Kemana setelah SMA sebenarnya adalah pertanyaan yang lumrah. Namun menjadi dilematis jika tak ada orangtua, guru atau kawan yang memberikan pertimbangan.

Mau ngapain setelah lulus SMA? Umumnya pilihan ada tiga atau empat: Kuliah, kerja, atau menganggur, atau menikah?

Ya, Hidup adalah pilihan, mungkin dari kita akan menyadari dan akan merasakan, akan betapa pentingnya waktu-waktu pada saat itu, menjelang kelulusan SMA atau pada saat lulus SMA, yang telah kita sia-siakan untuk masa depan kita.

Disinilah seninya menentukan satu dari sekian banyak pilihan. Semua itu akan menjadi satu kesatuan dan suatu kesulitan harus menjalani berbagai hal dalam satu kesempatan.

Lihat pula: Lima Bekal untuk Kesuksesan Hidup

Ada banyak jebakan dalam memilih, dan hal ini tak banyak disadari oleh siswa lulusan SMA. Misalnya: kesalahan dalam mengukur kemampuan dan peminatan, sehingga salah dalam memilih jurusan.

Kesalahan lainnya, tidak meminta pertimbangan guru dan orangtua, sehingga salah dalam menaksir atau mengukur kemampuan finansial.

Banyak pula diantara siswa SMA yang tidak memahami dengan baik, hubungan jurusan yang dipilih dengan Cita-cita dan impian yang diharapkan tercapai di masa depan.

Tak banyak pula diantara siswa SMA itu yang dapat membedakan berbagai pilihan Perguruan Tinggi: Universitas, Institut, Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, dan Tips memilih jurusan yang ada. Begitu pula dengan pilihan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Kedinasan.

Kesiapan yang baik menghadapi Ujian Nasional (UN) sama pentingnya dengan kesiapan kemana akan melangkah setelah tamat SMA.

Ragu setelah selesai menempuh pendidikan SMA mau ngapain, sesuatu yang wajar. Pada posisi ini, kita harus bisa menentukan pilihan antara Kuliah atau Kerja.

Lulusan SMA berbeda dengan SMK yang memang dipersiapkan bisa langsung kerja, tapi ini tidak berarti lulusan SMK harus langsung kerja dan mengabaikan kesempatan untuk kuliah.

Terkadang situasi dan kondisi seperti ini, hanya akan menekan dan memaksa diri untuk memprioritaskan salah satu diantara pilihan-pilihan yang ada.

Nah, pada saat seperti itu, seseorang lulusan SMA sudah harus belajar mengenali lingkungan dan gambaran masa depan dengan baik serta bersikap dewasa.

Banyak diantaranya yang bingung antara mau kuliah atau kerja? Kalau ada yang nawarin kerja dengan gaji dan prospek yang bagus, ngapain kuliah, toh pada akhirnya yang dicari setelah kuliah adalah kerja?

Demikianlah biasanya lulusan SMA atau SMK, kuliah Masih ragu dan bingung dalam menentukan tujuan karier.

Ada yang mantap mau melanjutkan kuliah, namun masih bingung juga kuliah dimana dan jurusan apa? biaya kuliahnya bagaimana dan nanti di kota tinggal dimana dan bersama siapa? Setelah lulus nanti, apa bisa langsung mendapatkan kerja?

Seseorang yang akan lulus SMA, berarti sudah berumur 17 tahun lebih, itu berarti pula sudah harus berani menghadapi beragam pilihan masa depan dan potensi persoalan.

Menentukan skala prioritas adalah sebuah tindakan yang bijaksana. Akan sangat bagus jika banyak berdiskusi dan berkonsultasi dengan orang tua, bersedia menerima banyak saran dan pendapat, serta yang lebih penting tahu diri, terkait potensi, kelebihan dan kekurangannya.

Tentunya setiap pilihan memiliki potensi dan tingkat resiko masing-masing. Namun jika bicara masalah ideal pilihan yang mana setelah lulus SMA: kerja atau kuliah? Sebagian besar siswa SMA tentu akan menjawab ingin kuliah.

Lihat pula: Belajar dari Pohon Kurma: Jadilah Pemenang Kehidupan!

Ada beberapa hal, yang harus anda pertimbangkan terlebih dahulu sebelum menjadikan kuliah sebagai pilihan setelah lulus SMA.

Salah satunya adalah dalam segi minat dan cita-cita yang ingin diraih. Harus tentukan terlebih dahulu, sebelum memilih jurusan kuliah. Supaya jelas maksud, arah, dan tujuan kuliah.

Seandainya kamu menginginkan, menjadi seorang pengacara. maka yang harus dilakukan adalah masuk Fakultas Hukum.

Seandainya anda ingin menjadi seorang dokter, maka yang harus dilakukan adalah masuk ke Fakultas Kedokteran.

Apa yang dilakukan jika ingin menjadi seorang Guru. Tentunya harus mendaftar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mendaftar di Universitas atau Sekolah Tinggi yang menyediakan Jurusan Kependidikan.

Jangan sampai kita memilih bidang keilmuan atau jurusan kuliah yang salah.

Yang tak kalah pentingnya, ukurlah kemampuan finansial untuk kuliah. Biasanya Perguruan Tinggi yang dituju memberikan informasi beban biaya kuliah pada saat pendaftaran dan yang harus dibayarkan persemesternya.

Dengan kita mengukur dan mengetahui beban finansial saat kuliah, akan sangat bermanfaat nantinya mengatur ritme keuangan sepanjang masa perkuliahan, termasuk kemampuan bertahan di perantauan, biaya makan minum dan tinggal di kosan, dan lain sebagainya.

Hal ini penting disadari sejak awal, mengingat begitu banyak mahasiswa yang berhenti di tengah jalan, sekadar sampai menjadi mahasiswa dan tidak kesampaian menjadi seorang sarjana.

Lihat pula: Ingin Sukses? Ikuti 5 Orang Hebat Sekelilingmu!

Dengan demikian hal yang harus dilakukan atau dijawab kemana setelah SMA adalah berdasar pertimbangan-pertimbangan berikut:

  • Memilih Perguruan TInggi dengan beberapa pilihan jurusan sesuai peminatan dan cita-cita;
  • Estimasi Perhitungan Biaya untuk Kuliah;
  • Program Diploma atau sarjana yang akan kita ambil;
  • Informasi tingkat kebutuhan lapangan kerja, pada 3 atau 4 tahun mendatang setelah lulus.

Hal terpenting bagi mereka, lulusan SMA yang memilih untuk mencari pekerjaan atau bekerja adalah:

  • Memiliki skill lebih, dibanding dengan kompetitor yang lainya;
  • Memiliki motivasi yang kuat untuk membangun usaha atau pekerjaan;
  • Menentukan target pribadi; atau
  • Menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

Kuliah itu Mahal, Kuliah itu Sulit, Kuliah itu Disiplin dan Kuliah itu bukan ikut-ikutan. namanya aja Mahasiswa, Tapi asalkan ada NIAT dan KEMAUAN KERAS, semuanya berjalan dengan baik dan kamu bisa mencapai impian yang kamu inginkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here