Membaca Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)
Membaca Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i *)

Tulisan sebelumnya: Terapi Al-Baqarah dalam Ruqyah Syar’iyyah

PALONTARAQ.ID –  Sahabat Palontaraq sekalian, khususnya bagi yang muslim. Pernahkah kita bertanya, atau paling tidak mencoba merasakan perbedaan membaca Al-Qur’an dalam hati dengan membacanya dengan bersuara?

Apakah teman-teman ada yang pernah membaca tulisan dari Prof Dr Delfitri Munir, tentang mengapa saat membaca Al-Qur’an diharuskan untuk bersuara? Atau pernah belajar tentang Ruqyah Syari’iyah? Atau tulisan apa saja yang menegaskan bahwa sebenarnya Al-Qur’an itu adalah juga media atau sarana pengobatan dengan membacanya.

Mau Sehat kan? Maka salah satu solusinya adalah memanfaatkan Al-Qur’an sebagai obat atau penyembuh penyakit, baik jasmani dan rohani.

Bacalah terus AlQur’an dan rasakan manfaatnya. Telah yang membuktikan secara ilmiah, bahwa rutinitas membaca Al-Qur’an bahkan dapat mengobati penyakit kanker. Tadarrus Al-Qur’an dapat membunuh Sel Kanker. Dahsyat! Inilah salah satu keluar-biasaan Al_Qur’an sebagai Firman Allah SWT.

Yuk kita rutinkan tilawah, dan rasakan manfaatnya terhadap Kesehatan tubuh. Masya Allah, sungguh luar biasa!

Bukti-bukti ilmiah Al Qur’an sudah nampak di akhir zaman ini, kemukzijatan Al Qur’an sudah diketahui dunia saat ini dan membuat mereka para scientist (ilmuwan) terpesona atas keilmiahan dan kemukjizatan Al Qur’an Tersebut.

Membaca Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)
Membaca Al-Qur’an. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Terapi Ruqyah untuk Sakit Dada

Sahabat Palontaraq sekalian …..

Berikut ini beberapa pernyataan dan pengakuan para ilmuwan terhadap kedahsyatan Al-Qur’an:

Pertama,  Prof. Dr. Suzane Moore PhD merilis dalam journalnya, ia berkata: Ini adalah sebuah kitab yang menakjubkan karena terbukti kemukjizatannya, dan telah memperlihatkan bagaimana Al Qur’an merupakan sejenis obat penyakit manusia.

Suara yang keluar dari tilawah Al-Qur’an seseorang akan melayang ke udara dan kemudian masuk melewati telinga dan seterusnya diserap oleh tubuh, kemudian ia masuk ke sel-sel yang ada dalam tubuh kita.

Suara yang terdengar dengan irama dan frekuensi tertentu mengandung informasi spesifik sehingga dapat memberi rangsangan kepada sel-sel dalam tubuh kita.

Al-Qur’an yang tersusun secara sistematik dengan irama yang indah karena bacaan yang tartil dan pengulangan kata-katanya sungguh menakjubkan, membuat sel-sel dalam tubuh bisa melawan Penyakit-penyakit yang berbahaya.

Dengan bahasa Al-Qur’an yang menyentuh, ternyata mengandung informasi spesifik pada setiap ayat-ayatnya. Dengan informasi yang spesifik ini boleh membuat sel-sel yang sakit menjadi sembuh.

Membaca Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)
Membaca Al-Qur’an. (foto: ist/palontaraq)

Kedua,  Hasil penelitian terkini seperti yang diungkapkan Prof. Dr. Abraham Nicole PhD, bahwa Sel-sel darah merah yang telah dibacakan Ayat-ayat Al Qur’an dengan bacaan tartil artinya bacaan yang indah dengan memakai kaidah Tahsin Tajwid,  memperlihatkan respon tertentu. Sehingga sel-sel kanker pun bunuh diri. Bahkan virus auto imun pun lenyap. Terbukti dari hasil penelitian.

Lihat pula: Ciri dan Cara Meruqyah dari Gangguan ‘Ain

Ketiga, Penelitian Prof. Dr. Victor Iron PhD USA membuktikan bahwa sel-sel kanker ganas menjadi normal kembali dengan bacaan ayat-ayat Al Qur’an.

Di samping itu penelitian memperlihatkan bahwa media yang paling baik untuk informasi Al Qur’an adalah Air putih, Madu, Minyak Zaitun, Air Zam-Zam dan makanan alami yang sangat banyak ragamnya di dunia ini, ia boleh menjadi media informasi gelombang energi dari sebuah bacaan Al Qur’an.

Membaca Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)
Membaca Al-Qur’an. (foto: ist/palontaraq)

Keempat, Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Dr. Al-Qodhi di Klinik Besar Florida, Amerika Syarikat, berjaya membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci Al-Qur’an, baik mereka yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar. Termasuk salah satunya dapat menangkal berbagai macam jenis penyakit.

Kelima, Publikasi hasil penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan University Boston, menguraikan alasan Mengapa di dalam Islam, ketika kita mengaji atau membaca Al-Qur’an disarankan untuk bersuara? Minimal untuk diri sendiri dan terdengar oleh telinga kita.

Penjelasannya adalah fakta bahwa setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang saksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bahagian tubuh.

Nah, Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.

Keenam, Hal tersebut artinya harus dengan suara. Maka munculah Terapi Suara yang ditemukan oleh Dr. Alfred Tomatis, seorang doktor di Perancis.

Ketujuh, Dr. Al-Qodhi menemukan, bahwa MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BERSUARA, memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

Penelitian berikutnya membuktikan Sel Kanker dapat hancur dengan menggunakan FREKUENSI SUARA saja. Dan kembali terbukti bahwa, Membaca Al-Qur’an sangat berkesan dalam proses penyembuhan penyakit sekali pun kanker.

Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an, dan di saat yang sama , sel-sel Sehat akan menjadi aktif. Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. Silakan dilihat QS. Al-Isro’ ayat 82.

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini semakin rajin dan giat membaca Al-Qur’an adalah Karena menurut survey: SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL-SEL TUBUH, ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH Itu SENDIRI.

Lihat QS. 7 ayat 55 (Surah Al-A’Raf) dan QS. 17 ayat 9 (Surah Al-Isra’).

Mengapa Solat berjama’ah lebih dianjurkan?  Karena ada do’a yang dilantunkan dengan keras, sehingga terdengar oleh telinga dan ini boleh mengembalikan sistem yang seharian rusak.

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan? Karena survey membuktikan, bahwa getaran suara hingar bingar MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG.

Membaca Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)
Membaca Al-Qur’an. (foto: ist/palontaraq)

Nah, Sahabat Palontaraq sekalian, maka kesimpulannya adalah:

(1) Bacalah Al-Qur’an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur* untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

(2) Kurangi mendengar kan musik hingar bingar, ganti saja dengan murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan. Siapa tahu kita punya potensi terkena kanker, tapi kerana rajin mendengarkan murotal, penyakit tersebut bisa hancur sebelum terdeteksi.

(3) Perbaiki bacaan Al-Qur’an. Bacalah Al-Qur’an dengan tartil dan memenuhi Hukum Tajwid, karena efek suara kita sendirilah yang paling dahsyat dalam penyembuhan.

Dengan hanya tilawah yang baik dan Tartil Tajwid Tahsin maka kesehatan akan terjaga
In Syaa Allah. Aamiin ya Rabbal’Alamiin. (***)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh/Pembina Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene, Pangkep, Mengajar Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here