Yuk, hindari berperut gendut. (foto: sehatQ/*)
Yuk, hindari berperut gendut. (foto: sehatQ/*)

Oleh: Kak Farid 

Tulisan sebelumnya: Bom Waktu di Perut Ayah, Hindarilah!

PALONTARAQ.ID – Hi, Sahabat Palontaraq sekalian …. Adakah disini yang teman dan sahabatnya berperut buncit atau gendut? Atau mungkin ayahnya atau Omnya?

Nah, seringkali berperut buncit itu disebut-sebut sebagai tanda kesejahteraan atau hidup orang itu mapan. Tapi, benarkah demikian?

Pendapat seperti itu boleh jadi bersesuaian dengan kondisi kehidupan seseorang. Bahwa banyak orang berperut buncit itu memang kaya, sejahtera dan mapan, memang benar, tapi bukan ukuran bahwa itu tanda kemapanan. Mengapa demikian?

Ya, karena secara kesehatan, perut buncit atau gendut adalah kata lain dari obesitas, yang sebenarnya bukan hal yang tidak baik.

Bahaya Obesitas itu mengundang beberapa penyakit bersarang di tubuh kita, salah satunya Diabetes, apalagi jika ditambah kebiasaan mengonsumsi soft drink dan makanan instan.

Lihat pula: Tips Sehat tanpa Diabetes

Lagi pula, secara agama, menurut pandangan Islam, Obesitas mengurangi gerak dalam melakukan ibadah dan amal saleh. Obesitas dapat membuat seseorang malas melakukan kebaikan dan cenderung untuk berpangku tangan ketika diminta bantuan atau uluran tangan.

Itulah sebabnya, mengapa Khalifah Umar bin Khattab menasehatkan agar para sahabat Nabi SAW tidak sampai berperut buncit.

Nabi SAW sendiri dalam banyak riwayat disebutkan tubuhnya kekar, susunan bagian-bagian pada perutnya bagaikan susunan batu bata, dan itu artinya berbadan six pack.

Dalam salah satu scene pada film “Omar”, terdapat sebuah nasihat menarik bagi kita semua.

Lihat pula: Mau Sehat? Rutinlah Makan Pisang

Ketika Umar bin Khattab radhi Allahu’anhu sedang berjalan dan bertemu seseorang laki-laki setengah baya dengan perut buncitnya, Khalifah Umar bin Khattab bertanya,

“Hei, ada apa dengan perutmu ini?”

Laki-laki setengah baya berkata, “ini tanda kemakmuran.”

Lalu Khalifah Umar memanggil kaumnya di sekitar itu, “Wahai umat manusia, janganlah makan terlalu banyak sehingga perut kalian seperti ini (sambil menunjuk ke arah perut pria itu), kalian akan sulit untuk beribadah, dan akan menimbulkan sifat boros.”

Masya Allah, Apakah Ummat Islam saat ini masih juga tidak percaya bahwa jika kita mengikuti nasehat ini, bertubuh sehat, maka seluruh dunia akan lebih baik dari sekarang ini? Lebih mudah beribadah, mengingat Allah dan menghindarkan diri dari sifat boros.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here