Tetap ikhlas, sekalipun dalam keadaan sakit. (foto: ist/palontaraq)
Tetap ikhlas, sekalipun dalam keadaan sakit. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Kak Farid

Tulisan sebelumnya: 12 Tipe Hati yang Sakit menurut Al-Qur’an

PALONTARAQ.ID – Hi, Sahabat Palontaraq sekalian …..

Bagaimana sikapmu kala harus berhadapan dengan sakit, hanya dapat berbaring di Rumah Sakit? Tak bisa ngapa-ngapain, bahkan untuk sekadar makan saja harus disuapin?

Nah, gaes ….

Dengan segala kelebihan pribadi, latar belakang sosial, pendidikan, potensi yang dimiliki, setiap orang ternyata memiliki penyikapan yang berbeda terhadap kondisi kesehatannya, khususnya pada saat menderita sakit.

Ada banyak orang di sekitar kita yang dalam jangka waktu panjang merusak tubuhnya perlahan-lahan, merokok, mengonsumsi minuman dingin dan softdrink setiap hari, minuman beralkohol, sering jajan makanan instant, pola makan yang tidak beraturan, lalu pada saat sakit maunya sembuh dengan cepat.

Lihat pula: Ternyata Biang Sakitnya karena Hutang Riba

Sahabat Palontaraq sekalian ……

Perhatikanlah sekeliling kita. Ada begitu banyak orang yang mengeluarkan banyak uang dan menghabiskan penghasilannya untuk merusak tubuhnya secara perlahan-lahan, lalu pada saat sudah sakit maunya sembuh dengan cara hemat, paling murah, atau kalau perlu: gratis!

Setiap orang memang memiliki keunikan yang berbeda, namun tak sedikit pula yang sepertinya: dungu berjamaah.

Mereka merusak tubuhnya secara perlahan dengan makanan dan minuman instan, gizi tidak seimbang, pola hidup tidak sehat, merokok, minuman keras, obat-obatan, narkoba, perdukunan serta belajar ilmu sihir, dan lain sebagainya.

Saat masih bugar sering dinasihati agar jaga kesehatan. Hindari hal-hal di atas. Saat sudah sakit, banyak berlindung dengan ucapan, “Ini Ujian!”

Ilustrated/foto by: ist/palontaraq)
Ilustrated/foto by: ist/palontaraq)

Lihat pula: Makanan yang Menyehatkan Iman dan Badan Anak

Mensyukuri Nikmat Sehat dan Memohon Afiat

Sahabat Palontaraq sekalian …..

Sebelum kita membahas bagaimana penyikapan seharusnya tentang sakit, mari kita pahami dahulu tentang “Sehat”, mensyukurinya dan cara memohon (berdo’a) agar diberikan kesehatan yang lebih baik.

Kata صحة dan afiyat العا فية itu, nampaknya sama, atau paling tidak pengertiannya sama. Mari kita simak Doa-doa yang diajarkan Nabi SAW mengenai sehat dan afiyat

اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُوْرَنَاوَصَحِّحْ اَجْسَادَنَاوَنَوِّرْقُلُوْبَنَاوَثَبِّتْ اِيْمَانَنَاوَاَحْسِنْ اَعْمَالَنَاوَوَسِّعْ اَرْزَاقَنَاوَاِلَى الْخَيْرِقَرِّبْنَاوَعَنِ الشَّرِّبَعِّدْنَابِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْرٌ

Artinya:

“Ya Allah, panjangkanlah usia kami, sehatkanlah badan kami, terangkanlah hati kami, tetapkanlah iman kami, perbaikilah amal kami, dan luaskanlah rezeki kami. Dekatkanlah kami kepada kebaikan, dan jauhkanlah kami dari kejahatan, berkat rahmat Engkau, wahai Zat yang Paling Pengasih diantara para pengasih, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

اَللّٰهُمَّ اِنَّ نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِوَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَافِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Engkau kesejahteraan dalam agama, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Ya Allah, permudahlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, (berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab.”

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Artinya:

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

Nah, gaes …..

Yang dimaksud dengan kata “auratku” diatas adalah mencakup aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang lain dihancurkan dari bawahku, dihancurkan sementara aku lengah. Bisa dengan tenggelam atau di telan bumi.

Sakit dada kiri. Pertanda apa?
Sakit dada kiri. Pertanda apa? Harus melakukan apa? (ilustrated by: ist/palontaraq)

Lihat pula: Jika Mendapati Ciri Gangguan Jin ini, Segeralah minta Diruqyah

Sahabat Palontaraq sekalian …..

Ada beberapa keutamaan afiyat (kesehatan; terbebas dari masalah) sebagaimana telah didalilkan diatas, dianjurkan pula untuk selalu berdo’a, menurut para ulama, diantaranya adalah:

1. Dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca wirid ini ketika pagi dan sore, dan beliau tidak pernah meninggalkannya sampai beliau meninggal dunia: “Allahumma inni as-alukal ‘afwa…dst.” (HR. Abu Daud, Ibn Majah)

2. Dari Abbas bin Abdul Muthallib, beliau bertanya kepada Nabi SAW: Ya Rasulullah, ajarilah aku do’a yang harus aku panjatkan kepada Allah?

Nabi SAW bersabda: “Wahai Abbas, mintalah al afiyah (terbebas dari masalah) kepada Allah.”

Kemudian, setelah tiga hari, Abbas datang lagi dan mengatakan: Ya Rasulullah, ajarilah aku do’a yang harus aku panjatkan kepada Allah?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abbas, wahai pamanku, mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.” (HR. Al Bukhari)

3. Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, bahwasanya ada seorang yang datang kepada Nabi SAW dan bertanya: Ya Rasulullah, do’a apa yang paling afdhal? Beliau menjawab: “Mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat.”

Kemudian besoknya dia datang lagi dan bertanya: “Wahai Nabi Allah, do’a apa yang paling afdhal? Beliau menjawab: “Mintalah kepada Allah al afiyah (terbebas dari masalah) di dunia dan akhirat. Karena jika engkau diberi al afiyah di dunia dan akhirat berarti kamu beruntung.” (HR. Al Bukhari)

Pengobatan sunnah: Bekam (Hijamah). (foto: ist/palontaraq)
Pengobatan sunnah: Bekam (Hijamah). (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Muslim dianjurkan Konsumsi ini: Madu, Air Zamzam, dan Kurma

Jadi, Afiat yang dimaksud disini ialah pengertian umum: terbebas dari segala masalah, yang mana (as-shihhah atau kesehatan) hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah yang sering menimpa manusia.

Jadi, Afiat atau al-afiah adalah Perlindungan Allâh bagi hambaNya dari berbagai macam penyakit dan bencana.

Jadi, Makna afiat di dunia dan akhirat yaitu memperoleh keselamatan dari hal-hal yang buruk, yang otomatis mencakup seluruh keburukan yang telah berlalu maupun yang akan datang.

Afiat mencakup keselamatan dari berbagai fitnah, penyakit, musibah dan hal-hal buruk lainnya yang terjadi di dunia ini, sementara afiyat di akhirat, mencakup keselamatan dari siksa setelah kematian, seperti siksa kubur, siksa Neraka dan kengerian yang terjadi antara keduanya, hisab dan kesulitan-kesulitan lainnya.

Singkatnya, Jika Sehat diartikan berfungsi dengan baik seluruh anggota tubuh dan dapat menjalankan aktifitas dengan baik, maka Afiat atau al-afiah diartikan berfungsinya dengan baik seluruh anggota tubuh sesuai dengan tuntutnan agama, untuk beribadah kepada Allah SWT.

Lihat pula: Berhati-hatilah terhadap Hati

Hati yang Bersih

Hati yang bersih adalah sebuah potensi ruhiyah yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan hati yang bersih (qolbun salim), beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan.

Pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kuncinya adalah kebersihan hati, jiwa yang selalu berprasangka baik, tulus, ikhlas, dan senantiasa berserah diri kepada Allah SWT.

Hati yang bersih dapat membantu menyelaraskan tubuh dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan.

Hati bersih dan ikhlas merupakan bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan keseimbangan antara tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood).

Kalau badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak.

Sahabat Palontaraq sekalian …..

Dengan hati yang bersih dan ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras atau harmonis.

Jadi, dengan hati yang bersih dan ikhlas akan membuat tubuh menjadi lebih sehat, dan mampu melawan penyakit yang kita derita.

Untuk mewujudkan hati yang bersih dan ikhlas tersebut,  setiap orang memiliki kemampuan berbeda. Karena itu, mari belajar membiasakan diri tulus dan ikhlas dalam segala hal.

Lihat pula: Sayangi Jantungmu (Catatan seorang Pasien)

Apotik islami. (foto: ist/palontaraq)
Apotik islami. (foto: ist/palontaraq)

Ikhlas menerima Sakit

Sahabat Palontaraq sekalian ….

Kalaupun kita ‘diuji’ dengan sakit atau harus menderita penyakit tertentu, maka yang pertama harus dilakukan adalah introspeksi diri, kembalikan kepada Allah, ikhlaskan, dan berprasangka buruk kepada Allah.

Kita seringkali sulit mencapai keikhlasan karena pikirannya jalan terus, memikirkan kebutuhan dunia yang tak ada habisnya. Sering-seringlah berhenti dan bernafas (rileks) untuk mengistirahatkan pikiran.

Dengan latihan ini, kita juga akan terbebas dari ketegangan. Selalu ingat bahwa segala sesuatu selalu akan berubah dan bagi orang beriman, sakit sejatinya harus dipandang sebagai salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya, untuk mengingatkan hambaNya, menegurnya, untuk kembali kepadaNYA..

Seseorang susah ikhlas karena menilai segalanya bersifat kekal, padahal apa yang tidak kita dapatkan sementara ini pada suatu hari nanti akan berubah, dan pasti akan kita tinggalkan.

Tidak ada yang kekal atau tetap, mungkin situasinya yang berubah atau keinginan kita yang berubah. Jadi apa yang kita sukai atau pun kita tak sukai tentu akan berubah.

Ikhlas saat sakit bukan berarti tidak mengupayakan jalan pengobatan. Justru, sakit menjadi alasan atau jalan untuk melaksanakan sunnah pengobatan (Thibbun Nabawi), seperti minum madu, mengonsumsi herbal, berbekam (hijamah), ruqyah syari’iyyah, dan lain sebagainya.

Ayo berbekam. (foto: ist/palontaraq)
Ayo berbekam. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Vonis Penyakit dan Cara Menyikapinya

Jadi, mulailah di titik start yang paling mudah. Belajarlah untuk mulai menerima hal-hal yang ringan atau gampang dulu.

Untuk bisa merasa ikhlas memang tidak mudah dan terpulang kepada pribadi masing-masing. Tetapi mulailah untuk menerima kenyataan yang paling ringan dulu.

Dengan begitu, otot ikhlas kita akan terlatih. Contoh kasus, ketika marah karena tak bisa menerima seseorang yang tak berlaku adil. Kalau kita tidak bisa memaafkan orangnya, cobalah untuk memaafkan atau mengikhlaskan dulu perilakunya. Bila ini masih sulit, mulailah untuk mengikhlaskan perasaan kita bahwa kita sedang marah.

Kalaupun memang tidak bisa juga ikhlas dengan perasaan kita sendiri, minimal ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas.

Jadi, pada tahap paling ringan itulah yang dapat menjadi pintu paling gampang menuju gerbang keikhlasan.

Berdoa/Mendoakan yang sakit. (foto: ist/palontaraq)
Berdoa/Mendoakan yang sakit. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Merawat dan Menjaga Fungsi Hati

Jaga dan Rawat Hati tetap Sehat

“Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu.” Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis. Benci banget? Dendam banget? Nggak suka banget? Sedih Banget? Kecewa banget?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh, secara psikologis, memberi tekanan batin pada dirinya. Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja.

Diatasi dengan operasi, obat Herbal bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak. Tapi akar masalahnya, tidak diatasi.

Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak. Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh.

Darah tetap dibiarkan asam. Kondisi tubuh asam. Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang. Dendam masih banyak. Kecewa masih berlanjut. Perasaan masih tidak enak. Benci masih kuat.

Secara tidak langsung, kita membunuh diri sendiri. Serius?

Rasulullah SAW bersabda: “Ada segumpal daging dalam tubuh yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk.” Itulah Hati!

Ya, Hati! Seharusnya hati atau jiwa harus selalu dalam kondisi baik, indah, dan termanifestasi dalam bentuk kebaikan-kebaikan kepada sesama, tulus, ikhlas, dan senantiasa menyerahkan awal dan akhir dari segala urusan kepada Allah SWT.

Doa Memohon Cinta Allah. (foto: ist/palontaraq)
Doa Memohon Cinta Allah. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: “Negative Thinking” berbahaya bagi Kesehatan

Mari kawan, Sahabat Palontaraq sekalian …..

Kita belajar lagi tentang ikhlas, saling mengingatkan untuk menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi, dan bahagia bersama. Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa, Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya.

Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan. Akar permasalahan harus diatasi. Hati perlu terus dicuci, disirami nasehat-nasehat agama, dibersihkan dengan menolong, membantu, dan melakukan kebaikan bagi sesama.

Tanda hati bersih dan suci adalah selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain, selalu semangat berbagi tanpa pamrih, selalu Ridha dengan segala ketentuan yang Allah berikan untuk kita.

Termasuk saat kita dimusuhin dan dibenci? Tidak apa. Bukankah kita harusnya memburu ridha Allah, dan bukannya mencari penilaian manusia.

Mari berusaha untuk selalu menjaga dan merawat hati kita dengan baik. Syukuri nikmat sehat, dan tetap ikhlas jika ditimpa sakit.

Awali hari dengan Bismillah dan akhiri hari dengan Alhamdulillah. Semoga Allah selalu Ridha!

Semoga Bermanfaat. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here