Buku karya Kak Farid. (foto: ist/palontaraq)
Buku karya Kak Farid. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Kak Farid

Tulisan sebelumnya: Tips Praktis Menulis Artikel

PALONTARAQ.ID – Hi, Sahabat Palontaraq sekalian …. Seberapa akrab kamu dengan Karya tulis ilmiah? Pernahkah kamu membuat karya tulis ilmiah, atas inisiatif sendiri ataukah mendapatkan tugas dari guru?

Nah, kali ini kita akan berkenalan dengan apa dan bagaimana itu Karya tulis ilmiah atau yang dalam Bahasa Inggris disebut Scientific paper.

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang menyajikan hasil dari penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Karya Tulis ilmiah adalah Karya tulis yang memaparkan pendapat, hasil pengamatan, tinjauan, dan penelitian dalam bidang tertentu yang disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan, berbahasa baku sesuai standar Ejaan yang Disempurnakan (EYD), serta isi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Definisi karya ilmiah menurut Sudjiman dan Sugono (1991) adalah karya tulis dengan penyusunan berdasarkan kajian ilmiah.

Suriasumantri (1995) dalam Finoza (2010), karya tulis ilmiah adalah tulisan yang memuat argumentasi penalaran keilmuan serta dikomunikasikan lewat bahasa tulisan yang baku dengan sistematis-metodis dan sintesis analitis.

Menurut Eko Susilo (1995), Karya Tulis Ilmiah adalah tulisan yang didapat sesuai sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, pemantauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu serta sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau keilmiahannya.

Buku "Manusia Bissu". (foto: ist/palontaraq)
Buku “Manusia Bissu”. (foto: ist/palontaraq)

Menurut Dwiloka dan Riana, karya ilmiah atau artikel ilmiah merupakan karya seorang ilmuwan (pembangunan) yang hendak membangun ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang didapat melalui literatur, pengalaman, serta penelitian.

Pengertian karya tulis ilmiah menurut KBBI merupakan karya tulis yang dibuat menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dan berdasarkan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka).

Lihat pula: Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Artikel

Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah

Sahabat Palontaraq sekalian …..

Karya Tulis Ilmiah itu banyak jenisnya. Diantaranya ialah Laporan penelitian, makalah, seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmiah.

Tiga buku karya Kak Farid. (foto: ist/palontaraq)
Tiga buku karya Kak Farid. (foto: ist/palontaraq)

Kegiatan Ilmiah yang dimaksud ialah kegiatan yang dilaksanakan dengan menggunakan metoda ilmiah, yaitu rasional, dapat diterima secara logika, empiris, dapat diuji dan dibuktikan kebenarannya.

Di sekolah, siswa dilatih membuat makalah dan laporan fraktikum, yang mana laporan tertulis tersebut merupakan bentuk-bentuk karya tulis ilmiah.

Makalah lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah berdasarkan penelaahan terhadap Karya-karya ilmiah yang telah ditulis sebelumnya oleh para pakar atau ilmuwan dalam bidang tertentu, sedang Laporan Praktikum dimaksudkan sebagai wahana pengembangan kemampuan menyusun Laporan Penelitian.

Contoh artikel, karya tulis ilmiah yang terpublikasi di Surat Kabar. (foto: ist/palontaraq)
Contoh artikel, karya tulis ilmiah yang terpublikasi di Surat Kabar. (foto: ist/palontaraq)

Di Perguruan tinggi, khususnya jenjang sarjana, mahasiswa diwajibkan menghasilkan karya tulis ilmiah dalam bentuk Skripsi sebagai tugas akhir. Skripsi merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam.

Jika telah dapat dipertanggung-jawabkan dalam suatu sidang ilmiah, di depan penguji, maka mahasiswa yang bersangkutan sudah berhak menyandang gelar sarjana dalam bidang ilmu yang menjadi jurusannya.

Nah, gaes ….

Untuk menyusun Skripsi (S1), Tesis (S2), atau Disertasi (S3) sekalipun, seorang mahasiswa tetap membutuhkan teknik, aturan, atau panduan penulisan sebagaimana dipersyaratkan Perguruan Tinggi tempatnya kuliah. Hal ini sangat penting karena karya tulis ilmiah yang dihasilkan harus dapat dipertanggungjawabkan keasliannya dan kelogisannya.

Contoh Makalah: Pengantar Ilmu Hadits

Tujuan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

– Sebagai wahana pengembangan pemikiran atau hasil penelitian dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis;

– Menumbuhkan etos ilmiah, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya;

Membaca Buku, "Sejarah Kekaraengan di Pangkep". (foto: ist/palontaraq)
Membaca Buku, “Sejarah Kekaraengan di Pangkep”. (foto: ist/palontaraq)

– Menjadi wahana transformasi pengetahuan antara lembaga pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) dengan masyarakat, khususnya kalangan terpelajar;

– Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki pelajar/mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya;

– Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian dengan benar dan teratur.

Manfaat Penulisan Karya Tulis Ilmiah

– Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;

– Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;

– Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;

Membaca Buku, "Sejarah Kekaraengan di Pangkep". (foto: ist/palontaraq)
Membaca Buku, “Sejarah Kekaraengan di Pangkep”. (foto: ist/palontaraq)

– Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;

– Memperoleh kepuasan intelektual;

– Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;

– Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

Contoh Makalah: Demokrasi yang Merana: Terabaikannya Nilai-nilai Lokal dalam Pengembangan Demokrasi di Indonesia (1)

Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah

Sahabat Palontaraq sekalian ….

Berikut ini Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah, yaitu:

1. Reproduktif

Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

Pelatihan Menulis Buku Ajar di UIT. (foto: ist/palontaraq)
Pelatihan Menulis Buku Ajar di UIT. (foto: ist/palontaraq)

2. Tidak Ambigu

Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil agar maksud dari karya ilmiah itu bisa diterima.

3. Tidak Emotif

Karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.

4. Menggunakan Bahasa Baku

Menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami pada setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga kesimpulan.

5. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Penulisan karya ilmiah haruslah dengan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang ilmu yang diteliti.

6. Bersifat Dekoratif

Penulisan karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian.

7. Terdapat Kohesi

Artinya karya tulis ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward, tidak bertele-tele dan tepat sasaran.

Karya tulis ilmiah pada setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin disampaikan.

8. Bersifat Objektif

Sahabat Palontaraq sekalian …..

Karya tulis ilmiah itu haruslah menyajikan data dan informasi objektif, tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

9. Menggunakan Kalimat Efektif

Penulisan Karya Tulis Ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar.

Kenali Ciri dan Sistematika Karya Tulis Ilmiah. (foto: ist/palontaraq)
Kenali Ciri dan Sistematika Karya Tulis Ilmiah. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Palontaraq dalam Penelitian Stephen C. Druce

Sistematika Penulisan dan Pengertiannya

Sampul
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Abstraksi
Kata Pengantar
Daftar Isi

I.   Pendahuluan
1.1. Latar belakang Masalah
1.2. Rumusan masalah
1.3. Batasan masalah
1.4. Tujuan penelitian
1.5. Manfaat penelitian
1.6. Metode Penelitian

II. Isi dan Pembahasan
2.1. Pembahasan teori
2.2. Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan.
2.3. Pengajuan hipotesis.

III. Metodologi Penelitian
3.1. Waktu dan Tempat Penelitian
3.2. Metode dan Rancangan Penelitian
3.3. Populasi dan Sampel
3.4. Instrumen Penelitian
3.5. Pengumpulan Data dan Analisis Data

IV. Hasil Penelitian
4.1. Jabaran Variabel Penelitian
4.2. Hasil Penelitian
4.3. Pengajuan Hipotesis
4.4. Pandangan Teoritis

V.  Penutup
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran

Daftar Pustaka

Daftar Tabel

Lampiran-lampiran antara lain instrumen penelitian

Tentang Penulis

Sahabat Palontaraq sekalian ….

Demikianlah sistematika atau kerangka penulis karya ilmiah, meskipun ada bagian atau susunan tertentu yang berbeda, namun umumnya karya ilmiah harus mencakup bagian-bagian yang telah disebutkan diatas.

Bab Pendahuluan, berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

Bab Isi dan Pembahasan, bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa sulit kerangka pembahasan dari bahan penelitian.

Bab Metodologi Penelitian, berisikan penjelasan tentang kapan dan dimana penelitian itu dilakukan, menggunakan metode apa, bagaimana Rancangan Penelitian, berapa besar Populasi dan Sampel yang digunakan, bagaimana Instrumen Penelitiannya, serta bagaimana teknik Pengumpulan dan Analisis Datanya.

Bab Hasil Penelitian, berisi penjabaran tentang Variabel dan hasil Penelitian, hasil uji hipotesis, serta pandangan teoritis yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan.

Bab Kesimpulan, berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.

Nah, gaes ….

Demikianlah sekilas tentang Karya tulis ilmiah, ciri-ciri dan sistematikanya. Semoga bermanfaat adanya. (*)

Lihat pula: Menulislah dan Engkau akan Bisa Biayai dirimu sendiri!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here