Memberikan materi kepemimpinan. (foto: ist/palontaraq)
Memberikan materi kepemimpinan. (foto: ist/palontaraq)

 

Oleh: Kak Farid

Lihat pula: Santri Putri IMMIM gelar Baksos di Kalabbirang

PALONTARAQ.ID – Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) adalah sebuah Pelatihan Dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan.

LDK Umumnya diselenggarakan oleh Pengurus OSIS lama kepada calon Pengurus OSIS baru, baik untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas (untuk LDK tingkat sekolah menengah).

LDK dimaksudkan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS dari sekolah/madrasah yang bersangkutan.

Memberikan materi kepemimpinan. (foto: ist/palontaraq)
Memberikan materi kepemimpinan. (foto: ist/palontaraq)

LDK biasanya berlangsung 2-4 hari, dengan materi pembinaan fisik, mental, dan pengetahuan kepemimpinan.

Mereka yang menjadi Pemateri/Pembicara adalah para guru/pembina atau aktivis yang sudah berpengalaman dalam berbagai organisasi, baik organisasi kependidikan maupun organisasi sosial kemasyarakatan.

Lihat pula: Leader Zaman Now

Untuk Pembinaan Fisik umumnya diberikan materi senam, olahraga, ataupun baris berbaris.

Pelatihan Baris Berbaris sendiri meliputi: Baris Berbaris dasar, yaitu Hadap Kanan,
Hadap Kiri, Balik Kanan, Hadap Serong Kanan, Hadap Serong Kiri, Jalan Ditempat,
Langkah Tegap Maju, dan Meluruskan Barisan.

Siswa SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep
Siswa SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Untuk Baris Berbaris Tingkat Menengah, yaitu Perpaduan antara Langkah Tegap Maju dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-hadapan, Perpaduan antara Jalan Ditempat dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-hadapan, dan Buka-Tutup Barisan.

Untuk Baris Berbaris Tingkat Tinggi, meliputi Langkah Tegap Maju beregu, Haluan Kanan beregu, Haluan Kiri beregu, Belok Kanan beregu, dan Perpaduan antara Langkah Tegap Maju, Balik Kanan, keempat jenis hadap-hadapan, dan Jalan Ditempat.

Lihat pula: Santri Putri IMMIM Praktek Jurnalistik di Acara MIWF, Fort Rotterdam

Dalam LDK, semua peserta dituntut memiliki kedisiplinan tinggi dan ketepatan waktu mengikuti semua kegiatan/materi yang diberikan.

Kebersamaan ialah hal yang amat diperhatikan selama pelaksanaan LDK. Jika ada 1 peserta saja yang tidak membawa air minum, saputangan, topi, ataupun atribut-atribut lainnya yang telah ditetapkan, maka seluruh pesertalah yang akan menanggung hukumannya.

Siswa SMP/MTs Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep
Merajur Kebersamaan dan Soliditas dalam LDK. (foto: ist/palontaraq)

Setiap peserta wajib mematuhi seluruh peraturan dan perintah yang diberikan oleh Panitia LDK. Jika tidak, maka kepadanya akan diberikan hukuman.

Kebersamaan juga diterapkan apabila ada salah satu peserta LDK yang melakukan kesalahan. Hukuman biasanya berupa push-up atau squat jump, dan hukuman pembinaan fisik/mental lainnya.

Kegiatan Outdoor selama LDK dapat berupa kegiatan Hiking, Menyeberangi sungai
Mendaki bukit, Menyusuri terassering (Pematang sawah), atau Games yang memiliki nilai kepemimpinan lainnya.

Hal-hal mendasar yang mencakup aspek materi Kepemimpinan ialah Penanaman dan Penguatan karakter Kepemimpinan, Sesi Komunikasi, Problem Solving (Challange), Manajemen konflik, serta Dinamika Kelompok.

Foto bersama usai Debat Kandidat Calon Ketua OSIS/ISPM Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Foto bersama usai Debat Kandidat Calon Ketua OSIS/ISPM Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Ketua YASDIC IMMIM Pangkep: Pesantren adalah Laboratorium Perdamaian

Kesemua aspek materi LDK tersebut harus dibangun diatas dasar Kedisiplinan, Rasa solidaritas, dan Bertanggung jawab.

LDK harus menghasilkan jiwa-jiwa penuh komitmen dan memahami konsekuensi dari sebuah tanggung jawab kepemimpinan.

Terakhir, LDK harus menghasilkan ketahanan fisik, perubahan sikap, cara pandang, tingkat kepedulian, perhatian yang tinggi terhadap misi organisasi.

Kesemuanya itu harus dijawab dengan pemberian renungan/muhasabah agar ada kesadaran sosial dan tanggung jawab organisasi yang tinggi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here