Oleh: Kak Farid

Related Post: Makanan yang Menyehatkan Iman dan Badan Anak

PALONTARAQ.ID – Bagi seorang muslim, harus percaya dan meyakini sepenuhnya bahwa segala sakit dan datangnya penyakit adalah bentuk ujian bagi orang yang beriman. Sakit adalah penggugur dosa bagi orang yang beriman.

Allah SWT adalah segalanya. Dia yang menurunkan penyakit dan dia pula yang menyembuhkan. Keyakinan seperti ini harus tertancap dalam Hati dan Pikiran Orang Beriman.

Keyakinan bahwa segala sesuatunya itu bersumber dari Allah SWT, tidaklah berarti menghilangkan ikhtiar untuk mencari jalan kesembuhan. Sunnatullah, dalam Islam semuanya sudah diatur.

Dua buku yang membahas tentang Pengobatan Nabi. (foto: ist/palontaraq)
Dua buku yang membahas tentang Pengobatan Nabi. (foto: ist/palontaraq)

Termasuk bagaimana menghisab diri (Muhasabah) saat Sakit. Ingat, Negatif Thinking sangat berbahaya bagi Kesehatan. Itulah sebabnya kita senantiasa dianjurkan untuk berprasangka baik terhadap segala ketentuan Allah SWT.

Dalam Islam, terdapat satu upaya, cara, metode atau jalan tersendiri bagi pengobatan, perawatan, dan jalan kesembuhan. Dikenal dengan nama “Thibbun Nabawi” atau Pengobatan ala Nabi.

Lihat pula: Trilogi Pengobatan Nabi

Apa sajakah yang termasuk dalam Thibbun Nabawi itu? Tentu dikenal yang namanya Hijamah (Bekam)/Fashdu, Herba (Pengobatan dengan Bahan-bahan alami dari Tumbuhan atau Tanaman Obat), Ruqyah Syar’iyyah (Doa’/Mantra-mantra Penyembuhan dari pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an).

Berbekam (Hijamah). (foto: ist/palontaraq)
Berbekam (Hijamah). (foto: ist/palontaraq)

Bukan hanya itu, praktek Thibbun Nabawi sendiri ada fikih tersendiri yang mengaturnya secara khusus, Fikih Thibb.

Mereka yang mempraktekkan pengobatan dalam Islam disebut Thabib. Pelakunya, Thabib haruslah memiliki sikap dan pengetahuan khusus dalam menjalankan Thibbun Nabawi.

Thabib berbeda dengan Dokter. Dalam dunia kedokteran barat dan yang mengadopsi ilmu kedokteran barat disebut Dokter, dalam praktek pengobatannya lebih banyak menggunakan Obat-obatan kimiawi, dan untuk mendukung industri farmasi).

Kompetensi, SOP dan Etika kerja seorang Thabib diatur dalam Kaidah Fikih Islam yang ketat, disebut Fikih Thabib, Fikih Kedokteran atau Fikih Kesehatan.

Buku Fikih Kedokteran dan Fikih Kesehatan. (foto: ist/palontaraq)
Buku Fikih Kedokteran dan Fikih Kesehatan. (foto: ist/palontaraq)

Selengkapnya bisa dibaca referensi tambahan berikut ini:

Pemahaman Dasar tentang Thibbun Nabawi (1)

Pemahaman Dasar tentang Thibbun Nabawi (2)

Membuat Air Ruqyah

Tradisi Pengobatan Habaib yang Perlu Diperhatikan

Ruqyah agar Bisa Cepat Hamil

Kurma dan Makanan Manis saat Berbuka Puasa

Buku "Thibbun Nabawi" karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah yang sudah diterjemahkan. (foto: ist/palontaraq)
Buku “Thibbun Nabawi” karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah yang sudah diterjemahkan. (foto: ist/palontaraq)

Ditengah, pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini, adakah solusi Thibbun Nabawi secara khusus untuk mengatasi penyebarannya ataukah untuk menguatkan imunitas tubuh agar tidak bisa terpapar/terinfeksi virus corona tersebut.

Nah, teman dan sahabat sekalian Pengunjung Rumah Baca Palontaraq ….

Lebih dari 1.400 tahun yang lalu, Allah SWT mewahyukan kepada Rasulullah, Muhammad SAW bahwa madu, zaitun, habbatussauda, kurma ajwa dan air zamzam dapat menyembuhkan manusia dari berbagai macam penyakit dan menangkal wabah/racun.

Selengkapnya Baca link berikut ini:

Perkuat Antibodi, Jangan hanya Sibuk cari Masker

Ramuan Stamina Anti Corona

Mari kita jelaskan satu persatu Herba yang dapat meningkatkan Imunitas Tubuh,

1. Habbatussauda

Habbatussauda atau dikenal pula dengan sebutan “Jintan hitam”. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam habbatussauda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.

Habbatussauda. (foto: ist/palontaraq)
Habbatussauda. (foto: ist/palontaraq)

Ibnu Syihab mengatakan, “Kata As-Saam di sini berarti kematian, sedangkan habbatus sauda’ berarti syuniz”. Habbatus sawda’ ini mempunyai manfaat yang sangat banyak.

Jintan hitam sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan izin Allah.

Selengkapnya bisa dibaca pada link berikut ini:

Habbatussauda dan Manfaatnya

Sinergi Herba Habbatussauda dan Mengkudu

Cara Membuat Minuman Herba Jahe

2. Madu Murni 

Allah SWT berfirman, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan” [Qs. An-Nahl: 69]

Madu. (foto: ist/palontaraq)
Madu. (foto: ist/palontaraq)

Selengkapnya:

Khasiat Madu saat dicampur Kayu Manis

Pengobatan dengan Madu Ruqyah

Jus untuk Kesehatan Jantung

Serangan Virus dan Bagaimana Tubuh Melawannya: Imunologi Awam

Dan Rasulullah SAW bersabda, “Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu: Dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)”

3. Air Zamzam 

Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai air zamzam ini, “Air zamzam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan (dan obat bagi penyakit)”

Rasulullah SAW juga bersabda, “Air zamzam tergantung kepada tujuan di minumnya.”

Doa Meminum Air Zamzam. (foto: ist/palontaraq)
Doa Meminum Air Zamzam. (foto: ist/palontaraq)

Nabi SAW pernah membawa air zamzam (di dalam tempat-tempat air) dan girbah (tempat air dari kulit binatang), beliau menyiramkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit.

Lihat pula: Muslim Dianjurkan Konsumsi Ini; Madu, Air Zamzam, dan Kurma

4. Minyak Zaitun

Surah An-Nur (24:35), Allah SWT juga memuji Zaitun. “…yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi. Yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat. Minyaknya saja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api”

Dalam sebuah hadits yang dari Umar, beliau berkata, ‘Rasulullah SAW pernah bersabda, “Berobatlah dengan minyak zaitun dan minyakilah dengannya, karena ia berasal dari pohon yang penuh berkah,” (HR Ad-Darimi).

Minyak Zaitun. (foto: ist/palontaraq)
Minyak Zaitun. (foto: ist/palontaraq)

Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam RA. bahwa Nabi SAW bersabda, “Zaitun dan waras bermanfaat untuk mengobati radang selaput dada (dzatul janbi:pleurisy).” Qatadah berkata, “Caranya dengan membalur bagian dada yang mengalami sakit”.

Ibnul Qayyim dalam kitab Zadul Ma’ad berkata, “Minyak Zaitun bisa menutup pori-pori tubuh dan mencegah zat yang masuk melaluinya.”

“Jika digunakan setelah mandi air panas, minyak zaitun akan memperbaiki dan melembabkan badan.”

“Jika digunakan sebagai minyak rambut, akan menjadikan rambut indah dan panjang. Minyak Zaitun juga berkhasiat untuk mengobati campak dan berbagai penyakit lainnya.”

Selengkapnya lihat: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan, Diabetes sembuh dengan Minyak Zaitun.

5. Kurma Ajwa

Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang setiap hari sarapan kurma ajwah 7 butir, maka di racun maupun sihir tidak akan memberikan pengaruh baginya di hari itu.” (HR. Bukhari 5130 & Muslim 5460).

Kurma Ajwa. (foto: ist/palontaraq)
Kurma Ajwa. (foto: ist/palontaraq)

Dari Aisyah radhiyallahu anha, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam Kurma Ajwa dari daerah Aliyah terdapat obat. Atau bahwa ajwah adalah anti racun di pagi hari.” (HR. Muslim 5462).

Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda, “Dalam Ajwa Aliyah yang dimakan di pagi hari, akan menjadi obat dari setiap sihir dan racun.” (HR. Ahmad 24735 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Kurma. (foto: ist/palontaraq)
Kurma. (foto: ist/palontaraq)

Dalam riwayat lain, juga ada disebutkan bahwa Nabi SAW sangat menyukai air rendaman kurma, yang disebut Nabeez, sangat menguatkan daya tahan tubuh dan dianjurkan dikonsumsi saat sahur dan buka puasa.

Selengkapnya: Pengobatan dengan Kurma Madinah

Demikianlah beberapa herba yang dapat dimanfaatkan/dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Para pakar kesehatan menyatakan bahwa mereka yang imunitasnya tinggi tidak akan mudah terinfeksi oleh Virus, termasuk Covid-19.

Ingat, berjemur dibawah sinar matahari pun merupakan salah satu cara menguatkan imunitas tubuh.

Berjemur dibawah sinar matahari langsung. (foto: ist/palontaraq)
Berjemur dibawah sinar matahari langsung. (foto: ist/palontaraq)

Selain mengonsumsi herba dan berjemur dibawah sinar matahari langsung, penulis juga menyarankan agar rutin setiap bulan, atau minimal satu kali dalam tiga bulan untuk berbekam (Hijamah), selain membiasakan diri meruqyah atau diruqyah, yang sumbernya dari Ayat-ayat Al-Qur’an (Ruqyah Syar’iyyah).

Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Kak Farid, bernama lengkap Muhammad Farid Wajdi, adalah praktisi Thibbun Nabawi dan Pengobatan Komplementer.

Beberapa Terapi yang pernah dipelajarinya, diantaranya adalah Bekam (Bekam Sunnah, Bekam Medik), Fashdu, Pengobatan Herba (Herbal), Ruqyah Syar’iyyah (Rehab Hati), Akupunktur, Akupresur, Refleksi, Gurah, Pijat Otak Kranial (POK), Terapi Lintah, Terapi Api, Hypnotherapy, Traditional Chinese Medicine (TCM).

Saat ini lagi menulis buku Mengobati Sakit Jantung tanpa Harus ke Dokter dan Rumah Sakit yang merupakan catatan pengalamannya dapat sembuh dari Sakit Jantung, yang pernah dideritanya di Tahun 2017. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here