Oleh: Etta Adil

Related Post: Tips 24 Jam Ramadan Produktif

PALONTARAQ.ID – Bulan Ramadan merupakan bulan keberkahan, bulan penuh rahmah dan ampunan, serta bulan berlimpahnya pahala, dimana setiap amalam kebaikan yang kita laksanakan akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda.

Agar Ramadan kita benar-benar produktif, tak hanya sekadar sibuk, maka berikut ini guru kita, ustadzuna Dr. Muzakkir M. Arif AM, Lc., MA (Pengasuh Ponpes Darul Istiqamah Maros dan Bulukumba) memberikan panduan perencanaan sebagai berikut:

1. Mendapati Takbiratul Ihramnya Imam dalam Shalat lima waktu. (Baca pula: Maqashid Syar’i dan Haramnya Menghentikan Fungsi Masjid)

Tabel Jumlah Rakaat dalam Shalat Sunnah Rawatib. (foto: ist/palontaraq)
Tabel Jumlah Rakaat dalam Shalat Sunnah Rawatib. (foto: ist/palontaraq)

2. Shalat Sunnah Rawatib 12 rakaat sehari semalam.

Lihat pula: Target dan Hal Terbaik yang Ingin Diraih di Bulan Ramadan

3. Shalat Sunnah pelengkap Shalat Sunnah Rawatib 10 rakaat sehari semalam.

4. Shalat Tarawih 11 rakaat bersama imam.  Tidak shalat witir lagi di akhir malam.  Kalau mau shalat witirnya di akhir malam, dianjurkan untuk tetap mengikuti shalat witirnya imam, tapi tidak salam pada shalat witir itu, tambah satu rakaat agar menjadi genap 4 rakaat.

Shalat Tarawih. (foto: ist/palontaraq)
Shalat Tarawih. (foto: ist/palontaraq)

5. Shalat Tahajud di akhir malam 11 rakaat atau shalat 8 rakaat atau lebih, kalau sudah shalat witir bersama imam pada Shalat Tarawih.

Lihat pula: 28 Catatan Singkat Seputar Ramadan

6. Berniat i’tikaf setiap kali ke masjid.

7. I’tikaf ba’da Shalat Subuh sampai 15 menit setelah terbit matahari. Shalat Isyraq sebelum meninggalkan masjid.

Shalat Dhuha. (foto: ist/palontaraq)
Shalat Dhuha. (foto: ist/palontaraq)

8. Shalat Dhuha 8 rakaat atau lebih, pada satu waktu, atau pada waktu yang terpisah pisah, sampai 15 menit sebelum masuk waktu Zhuhur. (Baca pula: Keutamaan Shalat Dhuha)

9. Tilawah Al-Qur’an 5 Juz setiap hari. 1 Juz setiap waktu shalat.

Lihat pula: Setetes Hikmah dari Samudera Al-Qur’an

10. Tilawah Qs. Al-Baqarah setiap hari. (Baca pula: Terapi Al-Baqarah dalam Ruqyah Syariyyah)

Al-Qur'an. (foto: ist/palontaraq)
Al-Qur’an. (foto: ist/palontaraq)

11. Tilawah Qs. As-Sajadah, Qs. Al-Mulk, 2 Ayat terakhir dari Qs. Al-Baqarah, Qs. Al-Kafirun, Qs. Al-Ikhlas, Qs. Al-Falaq, Qs. An-Naas (3 Surah terakhir ini diulangi 3x), semuanya setiap malam, menjelang tidur. Ditambah dengan tilawah Qs. Al-Kahfi (Baca: Keutamaan Surah Al-Kahfi) pada malam Jum’at dan hari Jum’at.

12. Menyempurnakan Dzikir Pagi, Dzikir Sore, dengan wirid Tahlil, wirid Tasbih, wirid Istighfar, wirid Shalawat, wirid Dzikir Mutlak. Masing-masing minimal 100x.

13. Memperbanyak Do’a sepanjang siang dan sepanjang malam, terutama setiap antara adzan dan Iqamah, menjelang Subuh; dan pada saat turun hujan. (Baca: Rahasia Sujud dalam Shalat)

Sujud dalam Shalat. (foto: ist/palontaraq)
Sujud dalam Shalat. (foto: ist/palontaraq)

14. Tidak membawa HP ke masjid, atau meng-off-kan HP selama di masjid.

15. Tidur malam paling lambat jam 22:00, bangun jam 02:00.

16. Meng-off-kan HP mulai jam 21:00 sampai pagi, setelah selesai Shalat Isyraq.

17. Berolahraga ringan, jalan cepat dan atau berjemur di pagi hari.

18. Di malam hari, menghindari minum es, makanan berkolesterol tinggi, manis berlebihan, gula pasir yang banyak, dan semua yang kurang baik bagi kesehatan. (Baca pula: Muslim Dianjurkan Konsumsi Ini: Madu, Air Zamzam, dan Kurma)

Ilustrasi. Makanan Buka Puasa. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi. Makanan Buka Puasa. (foto: ist/palontaraq)

19. Di malam hari, mengutamakan konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, kurma, dan makanan sehat lainnya. (Baca pula: Mengenal Air Nabeez dan Manfaatnya)

20. Di malam hari, mengonsumsi suplemen herbal yang terbaik seperti: Madu, Habbatus Sauda’, Omega3, Gamat, Propolis, kismis, kopi herbal, jahe, kunyit, sereh, dan lain sebagainya.

21. Tidur singkat menjelang zhuhur, atau ba’da zhuhur.

22. Membantu istri/suami dan anak dalam menyelesaikan pekerjaan rutin di rumah seperti: Memasak, mencuci pakaian, menjemur, menyeterika, mencuci piring, menyapu, membersihkan rumah, dan seterusnya. Semua itu diusahakan untuk dipersingkat.

Ilustrasi. Bersedekah tidak membuat miskin. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi. Bersedekah tidak membuat miskin. (foto: ist/palontaraq)

23. Aktif bersedekah (Baca: Keutamaan dan Manfaat Bersedekah) dan berinfaq ke masjid. Memberi hidangan buka puasa. Menyiapkan infaq, sedekah khusus untuk pada malam yang diharapkan sebagai Lailatul Qadr. Menyiapkan Zakat Fitri di akhir Ramadhan. (Baca pula: Infak, Sedekah, dan Zakat di Bulan Ramadan)

24. Meluangkan waktu untuk belajar Ilmu Islam minimal 30 menit setiap hari.

25. Mengamalkan amal amal hati secara terus menerus siang dan malam. Terutama: Iman, Ikhlas, Syukur, Sabar, Tawakkal, Cinta, Takut, Taubat, Rindu Syurga, Bahagia dengan Amal.

Maka bersabarlah ... (foto: ist/palontaraq)
Maka bersabarlah … (foto: ist/palontaraq)

26. Menegakkan kewajiban da’wah setiap hari, minimal di media sosial, dalam durasi waktu yang singkat. Menegakkan pendidikan kepada Istri/Suami dan Anak, untuk meningkatkan amal ibadah dan akhlak mulia setiap hari.

27. Meluangkan waktu untuk bertafakkur setiap usai Shalat lima waktu, Tarawih, Tahajud, Dhuha, jelang buka puasa, dan jelang Subuh. Tafakkur taubat. Tafakkur tazkiyatunnafs. Tafakkur dzikrul maut. Tafakkur mujahadah. Tafakkur muhasabah. Tafakkur amalan hati. Dan seterusnya.

28. Bersungguh-sungguh menghindari dosa hati, telinga, mata, pikiran, mulut, tangan, dan dosa kaki, sepanjang siang dan malam.

Semoga Ramadan kita tetap produktif. (foto: ist/palontaraq)
Semoga Ramadan kita tetap produktif dalam ridho dan ampunannya. (foto: ist/palontaraq)

29. Bersungguh sungguh menjaga keikhlasan beramal, khusyu’ beramal, efektifitas beramal, istiqamah beramal, menghindari debat dan bicara yang tidak bermanfaat, pekerjaan yang tidak berguna, serta mengusahakan Muhasabah sendirian, beberapa kali setiap hari. (Baca pula: Referensi Target Amaliah Harian Ramadan)

30. Mengamalkan seluruh perencanaan amal harian yang selalu disempurnakan, dalam kerjasama kelompok kecil Mujahadah Ramadhan. Di dalam kelompok itu ada aktivitas saling mengingatkan, memotivasi, terbuka, peduli, mengajar, membantu, dan saling mendo’akan kebaikan. Di kelompok itu ada pengamalan ukhuwah dan jama’i yang sangat membahagiakan. (Baca: Pintu Surga Ar-Rayyan bagi Mukmin yang Berpuasa)

Kita saling mendo’akan kebaikan selalu karena kita saling mencintai karena Allah. Inniy Uhibbukum Fillah. Barakallahu Fikum.

Semoga Bermanfaat Adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Etta Adil, nama pena dari Muhammad Farid Wajdi, Founder Palontaraq dan Pembina/Pengasuh Rumah Baca Palontaraq. Saat ini Rumah Baca Palontaraq baru ada dua, yaitu Rumah Baca Palontaraq di Kalabbirang Kecamatan Minasatene dan Rumah Baca Palontaraq ‘Puang Tellue’ di Desa Biringere Kecamatan Bungoro, keduanya dalam wilayah Kabupaten Pangkep. Penulis dapat dihubungi via email: palontaraq@gmail.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here