Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh: Kak Farid

Hi, sahabat palontaraq!

Pernah dengar cerita kesuksesan seseorang karena kakinya yang diandalkan. Ya, atlet salah satunya, dalam perjuangannya dalam bidang olahraga. Seharusnya kaki juga dapat diandalkan untuk mengantarkan kita surga. Iya, kan?

Karena kaki-lah, sehingga Juventus rela merogoh kocek 100 juta Euro (sekitar Rp 1,6 Triliun) untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo (CR7) ke Turin.

Karena Kaki-lah, sehingga sprinter Lalu Zohri mendapat hadiah 100 juta, Renovasi rumah dan tawaran pekerjaan tanpa tes serta pujian yang tak henti-hentinya.

Karena Kaki-lah, Sehingga atlet sepakbola dunia, Mbappe bisa membawa Prancis mengangkat Piala Dunia untuk ke-2 kalinya serta mendapat gelar pemain muda terbaik Piala Dunia Tahun 2018 lalu.

Karena Kaki-jualah, sehingga Abdullah bin Mas’ud ditertawakan Orang-orang karena memiliki kaki yang kecil, namun dibela oleh Rasulullah SAW

“Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya kedua kakinya ini lebih berat dari Gunung Uhud dalam timbangan amal.” (HR. Ahmad)

“Dan beruntunglah yang punya kaki yang ringan melangkah menuju majlis ilmu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berjalan di suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”. (HR Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Demikian kata Rasulullah SAW, yang memuji kaki Abdullah bin Mas’ud, karena senantiasa dipergunakannya untuk mencari ilmu, dan menghadiri majelis-majelis ilmu.

Duhai, apa jadinya diri ini tanpa kaki?

Sungguh nikmat yang sangat besar memiliki sepasang kaki yang sehat, kaki yang bisa berjalan dan kaki yang bisa berlari. Namun pertanyaannya, kaki seperti apakah yang kita inginkan?

Kaki mahal model CR7 kah? Atau kaki cepat seperti sprinter Zohri kah? Atau kaki lincah layaknya seorang Mbappe?

Ataukah seperti kaki mulia Abdullah bin Mas’ud yang mendapat pujian dari Rasulullah SAW? Ataukah kaki muslim yang ringan menuju majelis ilmu yang mendapatkan kemudahan berjalan menuju surga?

Sebelum menjawab, ingatlah selalu! bahwa kaki-kaki kitalah yang kelak akan menjadi saksi setiap langkah-langkah dalam kehidupan ini.

“… dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)

Maka beruntunglah kaki-kaki yang langkah-langkahnya adalah kebaikan. Maka berbahagialah nanti di akherat, mereka yang langkah-langkahnya adalah berjalan di jalan dakwah, menegakkan kebenaran dan keadilan.

Beruntunglah mereka yang kakinya melangkah berhijrah, yang berlari menuju ketaatan kepada-Nya dan yang tak pernah lelah untuk berjalan menuntut ilmu.

Semoga dengannya Allah SWT, mengizinkan kaki ini menginjakkan Surga-NYA. Amiienn. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here