Budaya baca lewat mendongeng
Budaya baca lewat mendongeng

Oleh: Kak Farid

PALONTARAQ.ID – Hi, sahabat pustaka, ingin meningkatkan minat baca teman-teman dan adik-adik semua, tapi masih bingung caranya gimana?

Kalau menurut Najeela Shihab, psikolog dan pemerhati pendidikan, menanamkan minat baca bisa mulai membacakan cerita atau mendongeng.

Nah, berikut ini tips agar kegiatan mendongeng jadi lebih seru. Semoga dapat membantu, ya.

1. Siapkan Mental

Biasanya suka ada ‘negative thought’ atau pikiran buruk dari diri sendiri ketika hendak memulai untuk mendongeng seperti, “Aduh nanti didengar nggak ya, takut jelek deh, bisa nggak ya?”.

“Kalau mau bercerita, coba pikirkan ini. Kenapa sih saya mau bercerita? Kenapa saya mau menyampaikan cerita ini ke anak?” papar pria yang juga storyteller, story writer, dan story coach ini.

Tanamkan niat dan semangat bahwa menyampaikan sesuatu karena ingin menyebar suatu kebaikan, maka kita akan dimampukan, dan hal itu dapat memudahkan kita untuk bercerita ke anak.

2. Siapkan Cerita

Bagi pendongeng, nggak perlu pikirkan segala kendala teknis dan lainnya. Cerita yang baik adalah cerita yang kita suka, kita kuasai, dan kita sesuaikan.
3. Jangan Menghafal Cerita

Jika ingin mendongeng, setelah kita menyukai ceritanya kuasai juga cerita tersebut. Jangan dihafal cerita tersebut, tapi kuasai supaya lancar bercerita di depan anak-anak.

Selain itu sesuaikan juga dengan usia anak, misal jika bercerita pada anak TK, hanya butuh sekitar 3 hingga 5 menit saja untuk bercerita, Jadi nggak perlu cerita yang panjang-panjang.
4. Ekspresi

Jika kita sudah menyukai dan menguasai cerita, secara alami ekspresi kita akan tampil ketika kita bercerita di depan anak kok. Percaya deh, Bun.

5. Gerakan Tubuh

Sama halnya seperti ekspresi, gestur kita pun terbawa suasana karena kita sudah menguasai ceritanya. Kita jadi terikut dalam cerita yang kita bawakan.

Mendongeng  itu sederhana. Bercerita merupakan salah satu teknik untuk berkomunikasi juga.

Ketika bercerita, sering-sering kontak mata dengan anak. Karena dengan kontak mata, pesan atau cerita lebih tersampaikan.

Lihat juga bahasa tubuh anak, tambah Kak Aio, ketika hidung anak lebih maju dari tubuhnya itu berarti anak sangat tertarik dengan cerita yang kita bawakan. Namun ketika posisi hidung anak lebih mundur dari tubuhnya itu berarti dia mulai bosan.
Pilih cerita untuk anak juga nggak perlu yang terlalu berat dengan nilai moral. Nilai moral dalam suatu cerita tidak harus dikatakan namun bisa tetap ada dalam suatu cerita. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here